Bupati Sumbawa dan Dewan Kecam Video Perkelahian Siswi

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Beredar video yang merekam adegan tidak pantas dilakukan 2 wanita di satu tempat di Kabupaten Sumbawa. Keduanya terlibat perkelahian yang belum diketahui penyebabnya.
Peristiwa itu juga menjadi tontonan rekan-rekannya seraya ada juga yang merekam perkelahian itu. “Biar-biar” teriak satu dari orang yang melihat kejadian itu.
Aksi tawuran siswi ini sempat menghebohkan warga, bahkan video tersebut sudah tersebar di jejaring sosial Facebook, sudah ratusan ribu netizen maupun mengecam.
Bupati Sumbawa HM Husni Djibril BSc langsung menyikapi video tersebut. Menurut H Husni mengatakan bahwa dirinya sudah meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera mengambil langkah. “Saya sudah perintahkan kadis untuk segera mengambil langkah,” singkat H Husni, Rabu (7/11).
Sementara itu Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbawa Ida Rahayu kepada wartawan menegaskan bahwa seharusnya Dikbud lebih intens dalam melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah. “Dikbud Sumbawa harus lebih intens dalam melakukan pengawasan, pembinaan terhadap sekolah yang ada di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya.
Dikatakan Ida Rahayu untuk meminimalisir kejadian tersebut setiap sekolah harus memfungsikan BK, serta pembinaan pramuka dan kegiatan OSIS.
“Kegiatan keagamaan lebih dipadatkan sehingga tidak punya waktu untuk berfikir yang negatif. Misalnya kegiatan non ekstra kulikuler. Karena, sesuai bakat dan minatnya anak-anak,” tambah Ida.
Sambungnya jika kita sibukkan dengan hal – hal yang positif tentu dia ada perasaan malu untuk berbuat yang tidak patut. Karena ketika dia sudah terlibat dalam forum anak maka dengan sendiri dia akan berbuat lebih baik.
“Jadi peran orang tua sebagai orang pertama di rumah yang mendidik. Sementara, guru adalah orang tua pertama di sekolah sebagai pendidik dan pembimbing,” jelasnya.
Sambung Ida Rahayu, saat ini perlu dibangun kerjasama antara guru dan orang tua. Karena, zaman yang menuntut kita harus lebih ekstra dalam melakukan pembinaan dan pengawasan. “Jangan sampai terjadi pembiaran dan ketahanan keluarga sangat penting,” tandas Ida Rahayu.