Bupati Sumbawa Sampaikan Penjelasan Rancangan APBD Sumbawa 2018

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemda Sumbawa bersama DPRD Kabupaten Sumbawa mulai melakukan pembahasan terhadap Rancangan APBD Kabupaten Sumbawa Tahun Anggaran 2018.
Kegiatan tersebut diawali dengan penyampaikan Penjelasan Bupati Sumbawa, terhadap Rancangan APBD tahun Anggaran 2018 yang berlangsung di dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa yang berlangsung Selasa malam lalu.
Dalam Sidang Paripurna DPRD Sumbawa yang dimpin Ketua DPRD Sumbawa, Lalu Budi Suryata SP, didampingi Wakil Ketua DPRD Sumbawa, Bupati Sumbawa H M Husni Djibril, BSc, dalam penjelasannya menyampaikan, dalam Rencana Kerja Pemda tahun 2018, sebagaimana diatur dalam Perbup Nomor 23 tahun 2017 tentang RKPD 2018, dengan tema Pembangunan Daerah tahun 2018, adalah “Percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui pembangunan infrastruktur, peluang investasi produk unggulan dan inovasi daerah”.
Pembangunan Daerah tahun 2018 mendatang, diterjemahkan dalam 9 prioritas pembangunan daerah yang hendak dicapai, meliputi Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan
yang dilaksanakan melalui 4 program prioritas yaitu program PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Program Wajib Belajar 9 tahun, Program Peningkatan Mutu guru dan tenaga kependidikan dan Program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan.
Kemudian prioritas kedua yakni peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang dilaksanakan melalui 7 program seperti program peningkatan dan perbaikan sarana prasarana puskesmas, pustu dan jaringannya, peningkatan sarana prasarana rumah sakit, peningkatan kapasitas SDM, obat dan perbekalan kesehatan, pengarusutamaan gender dan anak, program KB, dan pembinaan peran serta masyarakat dalam pelayanan KB/KR mandiri.
Selanjutnya, prioritas ketiga yakni percepatan pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan melalui 9 program prioritas seperti pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial, pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial, peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dalam pembangunan, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja, peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan fakir miskin, Komunitas Adat Terpencil dan PMKS lainnya serta penguatan peran bumdes untuk meningkatkan akses permodalan masyarakat miskin.
Untuk prioritas keempat yakni Reformasi Birokrasi, tata kelola pemerintahan mencakup program terkait pengelolaan keuangan daerah, peningkatan dan pengendalian penerimaan daerah, penataan peraturan perundangan, peningkatan kelembagaan dan ketatalaksanaan, pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, penataan administrasi kependudukan, peningkatan pelayanan perizinan, optimalisasi pemanfaatan tekhnologi informasi, pengembangan perencanaan, penelitian dan pengembangan daerah, program terkait kepegawaian daerah, pengawasan, pemeliharaan ketertiban masyarakat dan pencegahan tindak kriminal, kearsipan daerah, partisipasi masyarakat dan pemerintahan desa serta program pertanahan.
Prioritas kelima yakni pengembangan agribisnis dan peningkatan produksi pangan yang dihendak dicapai melalui program pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi, rawa dan jaringan pengairan lainnya, program peningkatan produksi hasil peternakan, pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak, optimalisasi pengelolaan dan pemasaran hasil perikanan, pengembangan budidaya perikanan, program peningkatan produksi, penerapan tekhnologi, pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan, program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian dan program pengembangan perikanan tangkap. Kemudian prioritas keenam, pengembangan produk unggulan daerah dan investasi mencakup pogram-program seperti pengembangan stp, peningkatan produksi pertanian/perkebunan, peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan, peningkatan kapasitas kelembagaan petani. Prioritas ketujuh yakni peningkatan konektivitas infrastruktur wilayah mencakup 12 program prioritas seperti program pembangunan dan rehabilitasi jalan dan jembatan, pengembangan dan pengelolaan sumber daya air, perencanaan dan pemanfaatan tata ruang, lingkungan sehat perumahan, pelayanan angkutan, pengembangan teknologi informatika dan pengembangan wilayah transmigrasi.
Selanjutnya, prioritas kedelapan yakni peningkatan kualitas lingkungan hidup dan kearifan lokal. Dan prioritas kesembilan yakni pengembangan kebudayaan dan pariwisata.
Selanjutnya Bupati Sumbawa menyampaikan secara garis besar postur APBD tahun anggaran 2018, sebagai berikut, Pendapatan Daerah dianggarkan sebesar Rp 1.281.393.911.294
Selanjutnya disampaikan Belanja Daerah, secara keseluruhan kebutuhan Belanja Daerah direncanakan sebesar RP 1.305.735.494.389.