Bupati Tanah Datar: Kami tidak memfasilitasi Shalat Idul Fitri

    Tanah Datar saat ini termasuk dalam kategori zona oranye.

    REPUBLIKA.CO.ID, BATUSANGKAR – Bupati Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Eka Putra mengatakan, pihaknya tidak memfasilitasi shalat Idul Fitri 1442 H. Tanah Datar saat ini masuk kategori zona oranye.

    Dia mengakui, belakangan ini jumlah kasus Covid-19 di Luhak Nan Tuo meningkat cukup tinggi akibat penerapannya yang masif. pengujian dan menelusuri. Biasanya pemerintah Tanah Datar memfasilitasi salat Idul Fitri dan Idul Adha di Lapangan Cindua Mato atau Lapangan Gumarang di Batusangkar.

    “Sholat Idul Fitri yang biasanya pemerintah kabupaten selaku penyelenggara, sekarang kita hilangkan. Sesuai Surat Edaran Gubernur Sumbar dan arahan pemerintah pusat, sholat Idul Fitri di lapangan dan masjid hanya untuk penghijauan. dan zona kuning, “kata Eka kepada Republika.co.id, Minggu (9/5).

    Meski masuk kategori oranye, menurut Eka, kasus kematian Covid-19 di Tanah Datar tergolong rendah. Untuk itu, menurut Eka, pelaksanaan sholat Id di Tanah Datar akan sesuai dengan status wilayah masing-masing per kabupaten atau per desa. Dan pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing nagari dan kabupaten.

    Misalnya di sebuah kecamatan atau nagari (sederajat desa) di Tanah Datar, ada status zona hijau atau kuning, boleh melaksanakan salat Idul Fitri asalkan harus mematuhi tata tertib kesehatan.

    Eka menambahkan, karena statusnya sebagai zona oranye juga, pihaknya juga tidak akan menyelenggarakannya open house di kediaman dinas seperti yang dilakukan bupati sebelumnya. Selain itu, kata Eka, seluruh objek wisata di Tanah Datar ditutup pada 12-16 Mei 2021. Eka tak ingin dibukanya objek wisata tersebut memperburuk penyebaran Covid-19 di Tanah Datar, terutama saat libur Lebaran.

    “Pariwisata kami tutup 12-16 Mei. Restoran, kafe, resto, bawa pulang, “kata Eka.

    Mengutip informasi data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar hingga saat ini, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Tanah Datar sebanyak 1.682. Dengan rincian 5 orang dirawat di RS Unand Padang, 3 orang dirawat di RSOMH Bukittinggi, 5 orang dirawat di RSUP M Djamil Padang, 1 orang dirawat di RSAM Bukittinggi, 5 orang dirawat di RS Ibnu Sina Padang Panjang, 2 orang Orang dirawat di RSUD Padang Panjang, 5 orang dirawat di RS Hanafiah Batusangkar, 3 orang dirawat di RS Ibnu Sina Bukittinggi, 1 orang diisolasi di RSUD Padang Panjang, 3 orang dirawat di RSI Ibnu Sina Payakumbuh, 3 orang dirawat di RSUD Padang Pariaman 1 orang dirawat di RS Bukittinggi, 1 orang dirawat di RS. Yos Sudarso Padang 1 orang sedang dirawat di RSI Ibnu Sina Padang.

    Sedangkan 245 orang diisolasi secara mandiri dan 1.346 telah sembuh dengan hasil negatif, dan 54 orang meninggal dunia.




    Source