BW Sebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkali-kali dipukul

Kasus dugaan suap penyidik ​​KPK dinilai terkait faktor kepemimpinan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto mengatakan lembaga antikorupsi terus menerus “dipukul”. Menurutnya, beberapa personel KPK di pimpinan Firli Bahuri telah terjangkit virus nonintegritas yang sangat akut dan sangat mengganggu.

“Ada kecenderungan integritas tidak lagi dihormati dan ditempatkan dihormati sebagai nilai dan menjadi singgasana yang dijunjung tinggi. Integritas sudah menjadi barang yang” murah “sehingga bisa diperjualbelikan secara bebas,” kata BW, Sambutan akrab Bambang dalam pesan singkatnya, Jumat (23/4).

Saat ini, lanjut BW, belum ada jaminan virus nonintegritas tidak akan menjangkiti anggota KPK lainnya. Pasalnya, keteladanan pimpinan KPK saat ini belum mampu memberikan contoh dalam menjaga integritas dan akuntabilitas dengan sempurna dan tanpa koma.

Menurut BW, untuk menghilangkan aib dan karma dia mendesak pimpinan KPK untuk segera mundur. Menurutnya, kepantasan kepemimpinannya ternoda oleh ketidakmampuannya menjalankan integritas sebagai harga tetap, terlepas dari risiko dan taruhannya.

KPK menahan penyidiknya dari Kepolisian, Stepanus Robin Pattuju (SRP). Stepanus ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang diduga menerima suap terkait pengurusan perkara di KPK.

Selain menahan Stepanus, KPK juga menahan pengacara Maskur Husain (MH). Maskur juga didakwa sebagai tersangka penerima suap dengan Stepanus.

Stepanus dan Maskur ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dari M Syahrial terkait penanganan perkara di KPK. Suap itu diberikan kepada Stepanus dengan tujuan agar kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai yang sedang diperiksa KPK tidak dilanjutkan.

Dalam kasus dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai sendiri, KPK belum secara resmi mengumumkan pihak yang didakwa sebagai tersangka. Pemberitahuan tersangka akan dilakukan ketika tindakan hukum paksa seperti penangkapan atau penahanan dilakukan.




Source