Cakupan Imunisasi MR di KSB Capai 13.436 Anak 

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Evaluasi kegiatan kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) bulan Agustus sampai September 2018, di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) telah dilakukan.
Adapun sasaran pemberian Imunisasi Measles Rubella (MR) untuk Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berjumlah 40.363 anak, untuk cakupan sampai dengan tanggal 2 Oktober 2018 sudah mencapai 13.436 anak atau 33,3%. “Artinya, angka ini masih jauh dari harapan,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H Muhammad Yusfi Khalid SKM.
Dalam kketerangan Pers nya, ia menyebutkan bahwa surat edaran tentang Fatwa MUI No 33 Tahun 2018 telah di sampaikan langsung kepada Bupati dan DPRD Kabupaten Sumbawa Barat.
Dilanjutkan dengan sosialisasi tentang fatwa MUI No 33 Tahun 2018 dilakukan dengan melibatkan MUI KSB, beserta jajarannya di tingkat kecamatan, Dikpora KSB, Kepala UPTD Dikpora se KSB, Kemenag KSB serta Kepala Puskesmas.
Tindak lanjut hasil pertemuan tersebut, Dinas Dikpora KSB, mengirimkan surat ke masing masing sekolah untuk pelaksanaan kampanye Imunisasi MR yang dilakukan oleh petugas Puskesmas. “Kemudian dilanjutkan dengan pertemuan tingkat kecamatan yang diselenggarakan oleh masing masing Puskesmas,” kata Yusfi Khalid, seraya menambahkan untuk mensosialisasikan lebih mendalam dengan melibatkan kepala SD, SMP, Kader Kesehatan tingkat kecamatan.
Puncaknya, Bupati KSB mengundang 600 orang yang terdiri dari Kadis, Kepala Badan Se KSB, Kepala Sekolah, Kepala Puskesmas se KSB, Tim PDPGR se KSB, Kemenag KSB, MUI kecamatan, Tina dan Toga.
Promosi Puskesmas Measlis Rubella telah dilakukan juga melalui media cetak, online, dengan pemasangan baleho di beberapa Puskesmas, serta Lapangan Graha Fitrah KTC dan berita online melalui website Kominfo KSB untuk memberikan akses informasi seluas luasnya pada masyarakat tentang pelaksanaan Imunisasi MR.
Melakukan pendekatan secara persuasif memberikan pemahaman kepada masyarakat dan stakeholder yang ada oleh tenaga kesehatan di wilayah masing-masing.