Camat Tambora Pastikan Beberapa Warga Dapat Beras Bansos dengan Kutu

    Seorang warga mengaku pernah menerima nasi isi kutu dan kuning.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Camat Tambora, Jakarta Barat, Bambang Sutarna mengakui warganya mendapat beras yang tidak mencukupi dari Kementerian Sosial (Kemensos). Ia mengungkapkan, beberapa RW di Desa Angke menerima beras tidak layak konsumsi.

    “Mudah-mudahan bisa diganti. Harapan kami seperti itu,” kata Bambang, Senin (9/8).

    Bambang sendiri tidak bisa ikut campur membantu warga mendapatkan santunan beras karena itu bukan ranahnya.

    Sebelumnya, Perum Bulog, Kanwil DKI Jakarta dan Banten serta PT Pos Indonesia menggantikan beras bantuan pemerintah yang tidak layak konsumsi yang tersebar di Desa Angke, Tambora, Jakarta Barat.

    Kepala Bidang Operasi dan Pelayanan Umum Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten, Volta Aresta mengatakan, penggantian dan penarikan beras tersebut telah dilakukan sejak Sabtu (7/8).

    Beras tersebut dinilai tidak layak untuk dikonsumsi karena ditemukan beberapa gumpalan dan benda asing. “Beras dari pemerintah itu beras sedang, masalahnya berasnya basah dan agak menggumpal karena terjadi hujan dan panas,” kata Volta.

    Gumpalan tersebut, lanjut Volta, disebabkan oleh tetesan air hujan yang jatuh ke atas beras saat proses bongkar muat. Sebagai gantinya, pihaknya telah menyediakan 90 kilogram beras di wilayah RW 11 dan RW 06 atau setara dengan sembilan karung. “Proses penggantian beras basah menjadi beras layak konsumsi yang dilakukan Perum Bulog, Kanwil DKI Jakarta dan Banten bersama PT Pos Indonesia berjalan lancar,” ujarnya.

    Nasi penuh kutu

    Weli (64) warga RW 03 Tambora mengaku mendapat nasi yang penuh kutu dan kuning. Karena itu, dia harus mengeringkan beras agar lebih bersih. “Sudah dibersihkan istri tadi pagi, sudah diseleksi lalu dicampur nasi enak,” ujarnya.

    Selain Weli, Ahmad selaku pengurus RW 03 juga menerima laporan temuan kutu. Meski demikian, dia mengaku laporannya tidak terlalu banyak.

    Hingga saat ini, Ahmad bersama pengurus lainnya masih menampung keluhan warga terkait temuan beras tidak layak dari pemerintah pusat. Karena itu, Bambang berharap warganya mendapatkan pengganti beras yang layak dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Sosial.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qxkumv377/camat-tambora-benarkan-ada-warga-dapat-beras-bansos-berkutu