Cara Memilih Hewan Kurban dari Aspek Syariah dan Medis

Ada kriteria khusus hewan kurban dari segi syariah dan medis

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN – Seperti ibadah lainnya, ada syarat yang berlaku dalam ibadah qurban. Mulai dari jenis hewan, umur hewan, kesehatan hewan dan waktu penyembelihan.

Direktur Pusat Penelitian Halal Fakultas Peternakan Nanung Danar Dono merinci penjelasannya.

Untuk jenisnya, hewan yang boleh dikurbankan adalah hewan yang memang dibimbing, seperti kambing, domba, sapi, kerbau atau unta. Tidak diperbolehkan menggunakan hewan lain seperti ayam walaupun ada 100 ekor, itik, puyuh atau kalkun.

Untuk umur, hewan tersebut harus sudah dewasa atau musinnah, dan musinnah dalam bahasa Arab berasal dari kata sinnun yang berarti gigi. Jadi, sapi diperbolehkan menjadi hewan kurban jika sudah dewasa dan mengubah setidaknya sepasang gigi seri.

Penggantian sepasang gigi seri atau dari gigi seri susu ke gigi seri permanen di rahang bawah kambing atau domba biasa terjadi setelah usia minimal 14-16 bulan. Sapi setidaknya setelah 24 bulan dan unta setelah setidaknya 60 bulan.

“Jika memang hewan kurban itu mati tidak tersedia, maka kita diperbolehkan untuk berkurban dengan menggunakan hewan kurban yang masih tersedia jadza’ah (mendekati dewasa),” kata Nanung, Selasa (13/7).

Mengenai kesehatan, hewan kurban harus dalam keadaan sehat dan kondisi tubuh yang sempurna atau dapat berubah bentuk yang menyebabkan harganya turun. Sedangkan waktu penyembelihan hanya pada Hari Nahar setelah 10 Dzulhijjah atau Hari Tasyriq 11-13 Dzulhijjah.

“Ibadah kami tidak sah jika kami menyembelih hewan kurban sebelum shalat Idul Fitri atau setelah Hari Tasyriq,” kata Nanung.

Dalam memilih hewan kurban menurut aturan syariat Islam, jantan atau betina tidak produktif, sehat dengan tubuh tegap, tubuh simetris proporsional, lincah, cenderung agresif, ceria, nafsu makan normal dan wajah menawan.

Saat berjalan normal, aktif bergerak, tidak pincang, tidak lemas atau lemah. Sebab, jika hewan kurban yang dipilih sakit, nafsu makannya akan hilang, ia akan malas berjalan dan tubuh akan lemas. Biasanya, hewan yang sehat memiliki mata yang berkilau.

Kemudian hidungnya basah oleh embun, bulu-bulu halusnya mengkilat dan lembut, sedangkan salah satu indikasinya ada cacing hati yang bulunya kusam dan kasar. Kemudian, tidak ada area bercak atau darah yang mengalir keluar dari lubang tubuh.

Seperti mata, hidung, mulut, telinga, lubang anus dan kemaluan, dan salah satu indikasi hewan yang terinfeksi antraks adalah keluarnya darah dari bukaan tubuh. Ciri sehat lainnya dari kuku kaki empat adalah kuat, sehat dan utuh, serta bibir tidak sariawan.

“Selain itu, hindari membeli hewan kurban yang disimpan di tempat pembuangan sampah,” kata Nanung.



https://www.republika.co.id/berita/qw6zkp320/cara-memilih-hewan-qurban-dari-aspek-syariat-dan-medis