Cara Menghitung Zakat Profesional untuk Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Swasta

    TRIBUNNEWS.COM – Zakat sebagaimana diketahui harus dikeluarkan jika aset telah mencapai nisab dan haul.

    Artinya ada batasan tertentu jumlah harta jika sudah mencapai jumlah makan tersebut maka zakatnya harus dibayarkan.

    Selain itu, ada tenggat waktu pembayaran zakat atau biasa disebut haul.

    Lalu, bagaimana cara menghitung Zakat profesional apakah itu Pegawai Negeri Sipil atau Pegawai Swasta yang penghasilan bulanannya pasti?

    Berikut jawaban dari Kepala Badan Zakat Nasional (Baznas), Ir. HM Nadratuzzaman Hosen, MS, MEc, Ph.D:

    Penghasilan zakat atau zakat profesi (al-mal al-mustafad) adalah zakat yang dipungut atas pekerjaan tertentu atau keahlian profesional, baik dilakukan sendiri maupun bersama-sama dengan orang / lembaga lain, yang menghasilkan halal income (uang) yang memenuhi nisab (batas minimal). . untuk zakat wajib).
    Contohnya adalah pejabat, pegawai sipil atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, artis dan sejenisnya.

    Hasil kajian majma ‘fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa penghasilan zakat itu wajib.
    Hal ini mengacu pada pendapat beberapa sahabat (Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu’awiyah), Tabiin (Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Basri, dan Makhul) serta pendapat Umar bin Abdul Aziz dan beberapa fiqh lainnya. sarjana.

    Berdasarkan fatwa MUI no. 3 Tahun 2003 dan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 31 Tahun 2019 nisab profesional zakat atau dalam istilah Undang-Undang Zakat Nomor 23 Tahun 2011 disebut pendapatan dan jasa zakat ditetapkan 85 gram emas per tahun.
    Jika dikonversikan ke dalam rupiah nilainya menjadi Rp 79.738.415 per tahun atau Rp 6.644.867 per bulan.

    Contoh penghitungan zakat profesi

    Perhitungannya adalah sebagai berikut:
    Total penghasilan selama satu tahun adalah Rp. 80.000.000
    Zakatnya 2,5% x Rp80.000.000 = Rp2.000.000 (Terbilang: dua juta rupiah).

    Namun, jika dia khawatir akan memberatkan jika dibayar sekaligus selama satu tahun, maka dia dapat membayar zakatnya setiap kali menerima gaji per bulan. Zakatnya = 2,5% X (Rp80.000.000 / 12) = Rp166.000 (Terbilang: Seratus enam puluh enam ribu rupiah).




    Source