Cegah Covid-19, Tur Takbir di Surabaya Dihentikan

    REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya meniadakan takbir keliling menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah / 2021 sebagai upaya pencegahan keramaian dan penularan Covid-19. Kebijakan penghapusan takbir keliling ini tertuang dalam Surat Edaran Walikota Surabaya (SE) Nomor 443/4657 / 436.8.4 / 2021 tanggal 6 Mei 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Sholat Takbiran dan Idul Fitri 1442 Hijriah / 2021 saat Covid- 19 Pandemi di Kota Surabaya. .

    Malam takbiran untuk merayakan Idul Fitri dalam rangka memuliakan asma sesuai perintah agama, pada prinsipnya bisa dilaksanakan di semua masjid atau mushola, kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu (9/5). ).

    Selain itu, dalam SE juga dijelaskan bahwa penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau musala harus menerapkan ketentuan yang telah disesuaikan dengan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan menghindari keramaian. “Akan dibatasi maksimal 10 persen dari kapasitas masjid dan mushola dengan kepatuhan ketat terhadap standar protokol kesehatan,” ujarnya.

    Sementara itu, pada bagian kedua poin pertama SE juga disebutkan bahwa takbir keliling ini dihapuskan untuk menghindari keramaian. “Kegiatan takbiran bisa disiarkan melalui virtual dari masjid dan mushola sesuai ketersediaan perangkat telekomunikasi di masjid dan mushola,” ujarnya.

    Selain itu, lanjutnya, berdasarkan zonasi penyebaran Covid-19 di situs Satgas Nasional Covid-19, Kota Surabaya berada di zona oranye sehingga shalat Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah / 2021 harus dilakukan di rumah masing-masing.

    Kebijakan ini mengikuti Surat Edaran (SE) dari Kementerian Agama (Kemenag) Nomor 07 tahun 2021 tanggal 6 Mei 2021. SE mewajibkan shalat Idul Fitri di rumah bagi warga di wilayah dengan status zona oranye.


    Source