Cegah Lonjakan Penumpang Mudik, Bos Garuda: Kami Pantau Jumlah Penumpang

    Laporan Jurnalis Tribunnews, Bambang Ismoyo

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mendukung kebijakan Pemerintah yang memperketat mobilitas masyarakat dan menghapus arus mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

    Direktur Utama Garuda Indonesia Irfaniaputra mengatakan untuk mencegah lonjakan penumpang mulai 22 April hingga 5 Mei 2021, pihaknya terus memantau grafik jumlah pembelian dan pemesanan tiket penerbangan.

    Berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19, Badan Litbang Kementerian Perhubungan memperkirakan ada rombongan masyarakat yang ingin mudik pada H-7 dan H + 7 dari masa penghapusan mudik Lebaran 2021.

    Terkait antisipasi lonjakan penumpang, saat ini kami memantau jumlah penumpang, kata Irfan saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (24/4/2021).

    Irfan juga memastikan Garuda Indonesia akan terus memperketat travel di seluruh operasional penerbangannya. Hal itu dilakukan perusahaan sesuai arahan pemerintah pusat.

    “Kita harus mengikuti aturan terkait surat edaran satgas Covid-19 terbaru,” jelas Irfan saat dihubungi Tribunnews, Sabtu (24/4/2021).

    Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 mengeluarkan Edaran Addendum (SE) No. 13 tahun 2021 tentang penghapusan mudik Lebaran 1442 Hijriah, dan upaya pengendalian penyebaran Covid-19 selama ini. bulan suci Ramadhan.

    Baca juga: Ikuti Aturan, Garuda Indonesia Perketat Operasi Penerbangan Penumpang

    Dalam SE Addendum disebutkan akan mengatur pengetatan persyaratan bagi pemudik domestik pada H-14 untuk menghilangkan mudik dari 22 April 2021 hingga 5 Mei 2021 dan H + 7 untuk menghilangkan mudik pada 18-24 Mei. 2021.

    Menurut Satgas SE Covid-19 No.13 Tahun 2021, penghapusan mudik akan berlangsung mulai 6 Mei 2021 hingga 17 Mei 2021, yang melarang orang untuk kembali ke kampung halamannya selama periode tersebut.




    Source