Chelsea Menjelaskan Alasan Bergabung dengan Liga Super Eropa

Chelsea sangat menyayangkan keputusan bergabung dengan Liga Super Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Manajemen Chelsea pada Sabtu WIB menyatakan penyesalannya atas keputusan bergabung dalam proyek pembentukan Liga Super Eropa tersebut. Demikian mereka menaruhnya dalam surat terbuka kepada para pendukung.

Dalam surat tersebut, mereka menyatakan bahwa setiap langkah yang diambil oleh manajemen adalah untuk menjadikan Chelsea klub sepakbola terbaik di dunia. Baik di dalam maupun di luar lapangan, sambil mencoba membalas dukungan komunitas.

“Keputusan untuk bergabung dengan Liga Super didorong oleh ambisi yang sama,” bunyi surat terbuka yang dipublikasikan di situs resmi Chelsea.

“Ketika sudah jelas ada kemungkinan liga baru, kami tidak ingin Chelsea kehilangan kesempatan untuk tampil di liga yang berpotensi menjadi penting, atau mengambil risiko klub ini tertinggal dari rival Inggris atau Eropa,” tulis manajemen. lagi.

Manajemen Chelsea juga mengklaim keputusan itu diambil tanpa melalui dialog dengan para pendukung karena keterbatasan waktu dan sifat rahasia dari rencana kompetisi tersebut. Namun, setelah langkah bergabung diambil dan responnya kurang bagus, manajemen Chelsea memutuskan mundur sejenak dan berbicara dengan suporter.

“Setelah diskusi itu dan mendengar seberapa kuat penentangan terhadap rencana ini, kami meninjau langkah awal kami dan memutuskan kami tidak ingin menjadi bagian dari liga,” bunyi surat itu. “Kami sadar kami harus mengangkat masalah ini lebih awal sebelum bergabung. Pemilik dan dewan direksi sadar bahwa kami tidak boleh melibatkan klub ini dalam rencana seperti itu. Itu adalah keputusan yang sangat kami sesali,” kata surat itu.

Bersamaan dengan itu manajemen Chelsea menyatakan bahwa mereka ingin terus berusaha membangun dialog yang aktif, terbuka dan transparan dengan para pendukungnya serta berusaha membangun kepercayaan kembali, yang mungkin telah hilang akibat polemik Liga Super Eropa. Manajemen juga berencana untuk memulai konsultasi dengan perwakilan kelompok suporter dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan mekanisme atau struktur baru untuk mengembangkan dan memastikan keterwakilan suporter dalam kerja klub.

Mereka berharap dialog bisa dilakukan dengan penuh hormat, sembari mengungkap serangan yang ditujukan kepada tokoh-tokoh di manajemen selama beberapa hari terakhir di tengah polemik Liga Super Eropa. “Tindakan anti-Semit, seksis, rasis, dan ancaman kekerasan seharusnya tidak mendapat tempat dalam komunitas kami atau dialog ini,” tulis surat itu.

sumber: Antara




Source