Ciptakan Demokrasi Berkualitas, Kesbangpoldagri KSB Gandeng K3P

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Harapan besar agar pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, mendatang bisa terwujud dalam bentuk demokrasi yang berkualitas.
Dengan demikian Pemda KSB melalui OPD Kesbangpoldagri setempat, bakal menggandeng Komunitas Kajian Kebijakan Publik (K3P) Sumbawa Barat, dalam rangka melakukan berbagai agenda yang sasarannya mengarah terhadap peningkatan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya pada pesta demokrasi mendatang.
Kabid Organisasi Masyarakat (Ormas) Kesbangpoldagri KSB, Edi Sofyan Gole, memastikan pihaknya akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan pembinaan tentang mewujudkan demokrasi yang berkualitas.
Karena berbicara demokrasi berkualitas tentu mencakup banyak aspek mulai dari stabilitas, kondusifnya maupun jumlah orang yang datang ke TPS. Yang dimaksud kan sukses berdemokrasi adalah 2/3 diatas wajib pilih atau 90.000 jumlah pemilih. Tentu ini menjadi kacau kualitas demokrasi kalau hanya orang yang memilih itu hanya datang setengah. “Sementara target kita harus diatas 90 persen dari jumlah wajib pilih,” kata Edi Sofyan Gole.
Dan kualitas demokrasi ini juga ditentukan oleh banyak nya partisipasi masyarakat yang melakukan pemilihan. Untuk itu pihaknya menggandeng organisasi lainnya untuk membumikan pemilih pemula yang trend kenaikan menurut data K3P KSB, memprediksi kan ada sekitar 6000 pemilih pemula yang bertebaran dari kalangan Siswa SMA klas 2 dan klas 3 serta mahasiswa perguruan tinggi. “Itu di wilayah KSB, sasaran kita untuk mendapatkan hasil demokrasi berkualitas yang baik,” kata Edi sofyan Gole.
Keberadaan K3P KSB menurutnya, sangat bermanfaat bagi pemda, pada prinsipnya pemda tidak bisa bekerja sendiri atau bekerja maksimal kalau mengurus persoalan tersebut sendiri tanpa melibatkan pihak lainnya.
Apa yang di sampaikan K3P adalah konsep yang sangat cerdas, dengan konsep memberikan edukasi masyarakat agar melek polituk, dengan melibatkan elementary masyarakat untuk menciptakan kualitas demokrasi yang baik.
Kaitan dengan ormas, menurut Edi Gole, harus punya banyak peran, tutup nya. Sementara itu oleh Direktur Komunitas Kajian Kebijakan Publik (K3P) Sumbawa Barat, Hendri Kusnadi, mengatakan, bagaimana kesadaran untuk dibangun kualitas ada 11 persen non konstituen (memilih atau tidak). Sasarannya untuk yang non konstituen dalam hal ini peran ormas dan LSM untuk memberikan edukasi politik, peran komponen tersebut mampu menyampaikan kepada masyarakat khusunya pemilih non konstituen. “Target bersama Pemda KSB akan membangun komitmen bersama bagaimana menggagas partisipasi pemilih di KSB khususnya,” tegasnya.