Dalam Situasi Darurat Jepang Ketiga Kalinya, Dubes RI mengimbau WNI untuk taat aturan dan tidak pulang

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga dalam keterangan persnya, Jumat (23/4/2021) waktu Jepang, memberlakukan kembali Keadaan Darurat di Prefektur Tokyo, Osaka, Hyogo dan Kyoto dari tanggal 25 April hingga 11 Mei 2021.

Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19 selama libur panjang Golden Week di Jepang.

Keadaan darurat ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah Jepang sebelumnya memberlakukan keadaan darurat pada April 2020 dan Januari 2021.

Kali ini keadaan darurat diberlakukan dengan batasan yang lebih ketat sebelumnya.

Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam pesan video singkat melalui akun media sosial KBRI Tokyo, meminta warga negara Indonesia (WNI) untuk mematuhi aturan Pemerintah Jepang terkait protokol kesehatan.

“Kami menghimbau seluruh WNI untuk menjaga protokol kesehatan dan mematuhi peraturan pemerintah daerah. Jika ada keadaan darurat bisa menghubungi hotline KBRI Tokyo,” ujar Dubes Heri Akmadi dalam keterangan yang diterima, Sabtu (24/4 / 2021).

Selain imbauan untuk mematuhi aturan protokol kesehatan dari Pemerintah Jepang, Dubes Heri Akhmadi juga mengimbau kepada WNI di Jepang untuk menunda rencana pemulangan ke tanah air mulai 6-17 Mei 2021.

Jangka waktu penghapusan mudik sementara ini sesuai dengan imbauan Pemerintah Pusat melalui surat edaran nomor 13 tahun 2021.

“Warga negara Indonesia di Jepang bisa masuk ke Indonesia, tapi akan sulit bagi mereka untuk kembali dalam periode itu untuk kembali ke tempat asalnya. Karena kendali transportasi perjalanan lintas kota, provinsi kabupaten dan negara. Kami dengan hormat menghimbau dan meminta agar. seluruh WNI di Jepang dapat memperhatikan permintaan dan panggilan dari Pemerintah Pusat, ”ujar Dubes Heri Akhmadi.

Baca juga: Breaking News: PM Jepang Mengumumkan Deklarasi Darurat ke-3 untuk Tokyo, Osaka, Hyogo Kyoto

“Saya tahu dan paham bahwa kalian semua pasti rindu bertemu dengan kerabat di negara ini. Namun, untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bersama, kita harus melepaskan rasa rindu online kita dan berdoa untuk kesehatan dan keselamatan kita semua,” ujarnya. ditambahkan.




Source