Dampak Negatif Penggunaan Gadget bagi Anak Sekolah Dasar di Masa Pandemi

Lilla Nur’Aedah, Universitas Negeri Malang – PLB FIB

Di masa pandemi seperti ini semua manusia harus membatasi perjumpaan manusia dengan jumlah banyak, hal tersebut dapat meminimalisir angka penyebaran covid-19 di Indonesia. Maka dari itu pendidikan di Indonesia dilakukan secara daring atau online, sehingga tidak ada aktivitas yang dilakukan diruangan kelas bersama guru dan teman sebaya. Pendidikan daring ini dilakukan diberbagai tingkat jenjang mulai tingkat SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Tidak sedikit dari orang tuanya yang mengeluh akibat pembelajaran daring ini terlebih pada peserta didik yang baru memasuki dunia pendidikan sekolah dasar, keluhan ini juga dialami dilingkungan sekitar penulis. Penulis pernah mendengar salah satu keluh kesah dari orang tua yang memiliki anak bersekolah pada jenjang Sekolah Dasar di Sumbawa, beliau mengatakan “Anak anak susah dikoordinir oleh orang tua, mungkin karena anak berfikir bahwa ini orang tuanya bukan guru jadi sedikit lebih santai dan mengabaikan ajakkan orang tua untuk belajar, kalau disekolah kan biasanya murid akan lebih nurut dengan guru karena takut dimarahi” ujarnya.

Tak hanya itu, media yang digunakan guna mendukung berjalannya pendidikan daring dimasa pandemi ini yaitu gadget, untuk mengetahui informasi mengenai materi pembelajaran dan tugas sekolah. Dengan itu proses pembelajaran daring anak akan lebih sering menggunkaan gadget, bahkan diluar jam pembelajaran pun anak masih menggunakan gadget untuk bermain. Secara tidak sadar, anak akan mengalami ketergantungan menggunakan gadget. Walau memberi banyak keuntungan bagi pemakainya, jika tidak bijak dalam menggunakannya, gadget bisa memberi kerugian. Adapun beberapa dampak negatif yang ditimbulkan dari penggunaan gadget, antara lain : (1) Anak akan mengalami kesulitan berinteraksi dengan dunia nyata dalam berteman dan bermain dengan teman sebayanya. (2) Terganggunya fungsi PFC (Pre Frontal Contex) bagian di dalam otak yang mengontrol emosi, kontrol diri, pengambilan keputusan dan nilai-nilai moral lainnya. (3) Introvert, kurang terjalin hubungan kedekatan antara orang tua dan anak sehingga mereka cenderung menjadi introvert. (4) Terlalu lama melihat gadget akan berdampak mata akan menjadi lelah, kering dan perih bahkan hingga mengakibatkan infeksi. (5) Terpapar radiasi gadget yang dapat merusak jaringan tubuh manusia bila jumlah panas berlebih akibat radiasi tersebut.

Masih banyak lagi dampak negatif dari penggunaan gadget. Saran penulis dalam hal ini peran orang tua terhadap anak sangatlah dibutuhkan dan diharapkan mampu membantu mengawasi, mendampingi anak pada saat penggunaan gadget baik pada jam belajar maupun diluar jam belajar. Serta lebih sering meluangkan waktu bersama anak agar anak tidak hanya terfokus pada gadgetnya dan dapat berkembang menjadi lebih baik.

Tags: pandemisekolah