Dampak Peristiwa Balongan, Ketua DPRD Indramayu Dukung Upaya Pertamina Siapkan Program Trauma Healing

    Laporan wartawan Tribunnews.com, Malvyandie

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tuntutan ganti rugi immateril, seperti dampak traumatis sebagian warga Balongan, dinilai belum ada ukuran yang jelas.

    Sebab, menurut Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Syaefudin, masalah trauma itu berkaitan dengan medis, sehingga untuk mengatasinya juga harus melalui pendekatan medis.

    “Dasar ukuran belum jelas. Karena yang lebih menentukan seseorang terkena trauma adalah tindakan medisnya,” kata Syaefudin kepada media hari ini.

    Itu sebabnya, Syaefudin lebih mendukung upaya Pertamina menyiapkan psikolog dan program trauma healing.

    Baca juga: Kebakaran Kilang Minyak Balongan Diduga Kelalaian, Sahroni: Harus Buat SOP Keselamatan Baru

    Upaya tersebut, jelasnya, dirasa tepat untuk mengatasi trauma akibat terbakarnya tangki kilang Balongan.

    “Wah, kalau sangat menyenangkan. Karena memang tidak ada cara lain untuk mengatasi masalah immaterial seperti trauma atau shock,” sambungnya.

    “Makanya saya minta agar tidak ada ‘penumpang’ yang mempengaruhi warga dengan memanfaatkan keadaan. Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, pertimbangan harus dibuat dengan kalkulasi yang logis dan tidak mengada-ada,” ujarnya.

    Baca juga: Polisi Temukan Unsur Kriminal dalam Kasus Pembakaran Kilang Pertamina Balongan

    Dalam konteks ini, Syaefudin juga meminta warga menerima upaya Pertamina untuk memberikan ganti rugi kepada warga atas rumah dan harta benda yang rusak akibat pembakaran tangki kilang Balongan.
    Apalagi, jelasnya, proses dan penghitungan ganti rugi sudah sesuai dengan tata kelola dengan nilai yang juga sesuai dengan standar Pemerintah Kabupaten Indramayu.

    Proses penghitungannya tidak hanya dilakukan oleh Pertamina. Tapi ini Tim Gabungan yang juga melibatkan instansi terkait seperti LH dan PUPR, kata Syaefudin.

    Baca juga: Intervensi Polisi Selidiki Kilang Balongan, Pertamina: Kami Berharap Sesuai Dengan Fakta dan Fakta

    “Makanya, ini harus diterima masyarakat. Karena dari laporan yang kami terima nilainya cukup sesuai. Ini karena ada langkah-langkah dan aturan yang harus dilalui. Apalagi Pertamina juga harus melalui audit,” ucapnya. Syaefudin.

    Seperti diketahui, tangki di Kilang Balongan terbakar pada 29 Maret 2021. Kebakaran juga merusak sekitar tiga ribu rumah warga, sejumlah fasilitas umum, dan fasilitas sosial.

    Atas pembenahan fasum dan fasus tersebut, Pertamina telah memberikan kompensasi sebelum Ramadhan.




    Source