Dana Koperasi Tilapia Rp. 250 Juta, Tiga Orang Ditangkap

Penangkapan berawal dari pengaduan pimpinan koperasi di Limapuluh Kota.

REPUBLIKA.CO.ID, PAYAKUMBUH – Kepolisian Resor Payakumbuh (Polres) Sumatera Barat menangkap tiga tersangka penggelapan dana dari Koperasi Sutra Ketinggian Sarilamak (KSU) Kabupaten Limapuluh Kota senilai Rp. 250 juta. Penangkapan ketiganya bermula dari laporan pengaduan pimpinan koperasi.

“Berdasarkan laporan pengaduan tersebut, kami segera melakukan penyidikan keberadaan tersangka yang diketahui berada di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau dan segera ditindaklanjuti oleh aparat kami,” kata Kasat Reskrim Polsek Payakumbuh, AKP Aknopilindo. Payakumbuh, Selasa (6/4).

Ketiga tersangka mengumpulkan dana saat masih bekerja di KSU Sutra Ketinggian Sarilamak yang memiliki kantor kas di Desa Ibuh, Payakumbuh Barat, dengan total kerugian Rp 260 juta. Kantor kas sendiri telah dinonaktifkan atau ditutup sejak tahun 2020.

Ia mengatakan, dari tindak lanjut yang dilakukan di Pekanbaru, Selasa (30/3), sudah diamankan dua tersangka berinisial F (25) dan NWP (22). Dari dua tersangka tersebut, dua berkas map berisi bukti transaksi diamankan selama tersangka bekerja di KSU Sutra Ketinggian Sarilamak.

Sedangkan satu tersangka lainnya ditangkap pada Rabu (31/3) sekitar pukul 15.30 WIB di Desa Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh. Barang bukti yang diamankan dari tersangka berupa satu bundel map bukti transaksi selama bekerja di koperasi.

“Kami masih berkembang. Dari apa yang dilakukan tersangka, dia akan dijerat pasal 372 dan 374 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ujarnya.

Pengakuan tersangka, NWP (22) menyebutkan bahwa dirinya telah bekerja di koperasi sejak tahun 2017 hingga akhir Maret 2019 dan telah melakukan perbuatannya sejak tahun 2018.

“Jadi saya ambil uang dengan memanipulasi data temu kembali nasabah, misalnya nasabah ambil satu juta, saya ambil dua juta, tapi di buku nasabah tertulis sesuai penarikan nasabah,” ujarnya.

Tersangka mengaku melakukan perbuatan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena gaji yang diterimanya sebesar Rp. 1.800.000 tidak cukup.

sumber: Antara




Source