Dari Penyidik ​​Hingga Tahanan, AKP Stepanus, Diduga Petugas Pemeras, Titik Masuk KPK Di Atas Rata-Rata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – AKP Stepanus Robin Pattuju kini sudah berganti status dari penyidik ​​KPK menjadi tersangka KPK.

Ia diduga menyalahgunakan posisinya dengan menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Berikut perjalanan karir AKP Stepanus.

Baca juga: Skandal Penyidik ​​terima suap, BW minta Pimpinan KPK Jilid V mundur

Baca juga: KPK Kantongi Nama Pemberi Rp 438 Juta kepada Penyidik ​​Stepanus Robin

Punya Moncer saat bertugas di Halmahera Selatan
AKP Stepanus merupakan alumnus Akpol 2010.

Pada tahun 2017, saat diserahi pangkat AKP, ia dipercaya menjadi Kapolres Gemolong Polres Sragen, Jawa Tengah.

Selama bertugas di sana, Stepanus berhasil mengungkap kasus perampokan di kediaman salah satu PNS. Setelah itu dia dilimpahkan ke Polda Maluku Utara pada 2019.

Penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju (kedua kiri) dan pengacara Maskur Husain (kanan) hadir dalam jumpa pers penetapan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021). KPK menetapkan Penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju dan Pengacara Maskur Husain sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji pejabat negara terkait penanganan kasus Wali Kota Tanjung Balai periode 2020-2021. TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS / IRWAN RISMAWAN)

Belum lama ini Stepanus diangkat menjadi Kapolres Halmahera Selatan.

Di situlah nama Stepanus semakin populer karena sebelumnya Ketua Pelaksana diduga telah mengalihkan anggaran untuk mengamankan Pemilu 2019 yang berujung pada pemecatannya.

Baca juga: AKP Stepanus Diduga Tidak Bermain Sendiri untuk Menghentikan Kasus Wali Kota Tanjungbalai

Baca juga: Ada Sebutan Azis Syamsuddin dalam Kasus Suap Wali Kota Tanjungbalai, MKD DPR: Asas Praduga Tak Bersalah

Saat awal masuk KPK, nilainya di atas rata-rata
Pada 2019, Stepanus dinyatakan lolos seleksi penyidik ​​KPK. Ia pun mundur dari jabatannya sebagai Kapolres Halmahera Selatan dan berangkat ke Jakarta untuk bergabung dengan KPK. Ia resmi bergabung dengan KPK per 1 April 2019.

“Saudara SRP masuk KPK pada 1 April 2019,” kata Ketua KPK, Komjen Firli Bahuri dalam jumpa pers, Kamis malam (22/4/2021).




Source