Debet Terbatas Pasokan Air PDAM Berkurang

    Sumbawa Besar, Gaung NTB
    Masih berlangsungnya musim kemarau yang ekstrim dan belum adanya tanda-tanda bagi turunnya hujan didaerah ini, membuat pasokan debet sumber mata air baku Semongkat yang semulanya dapat menyediakan stock pasokan sebanyak 145 liter/detik justru kini sangat menurun drastis debet airnya menjadi 85 liter/detik, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kegiatan pelayanan penyuplaian air bersih yang dibutuhkan bagi masyarakat (pelanggan) yang mencapai sekitar 20.300 SSR yang tersebar pada 4 Kecamatan (Sumbawa, Badas, Moyo Hilir dan Moyo Utara) sangatlah terbatas, karena itu atas nama manajemen PDAM menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman ini, ungkap Pjs Direktur PDAM Batulanteh Sumbawa Tajuddin dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Rabu siang (31/10) kemarin.
    Dari hasil evaluasi yang dilakukan terang Tajuddin, dengan jumlah stock pasokan debet air yang tersedia saat ini hanya mencapai 85 liter/detik, tentu disadari benar dengan jumlah pelanggan yang ada penyuplaian air bersih kepada warga masyarakat (pelanggan) tidak terpuaskan, karena jumlah yang diperoleh sangatlah terbatas, akibat harus dibagi secara merata dan bergantian waktu bagi pendistribusiannya, sehingga tidaklah heran ada pelanggan yang mendapatkan air pada pagi, siang dan malam hari, dimana penerapan sistem pembagian ini dengan terpaksa dilakukan karena tidak ada jalan lain pasokan debet airnya memang sangat terbatas dimusim kemarau ini, karena itu kami minta maaf atas ketidaknyamanan dan ketidakpuasan ini.
    Namun, manajemen PDAM akan terus berupaya dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagaimana masyarakat (pelanggan) ini dapat memperoleh pasokan air bersih yang dibutuhkan kata Tajuddin, seperti contoh sudah hampir setengah bulan ini ada ratusan pelanggan PDAM dikawasan Karang Dima Labuan Badas yang tidak mendapatkan suplay air bersih sebagai akibat pompa air yang berada disumber mata air baku “Sumer Payung” dengan kapasitas debet air 2,5 liter/detik mengalami kerusakan akibat terbakar, paling lambat dalam 2 – 3 hari kedepan PDAM akan segera melakukan pemasangan pompa baru dilokasi tersebut, sehingga pemenuhan akan kebutuhan air bersih bagi saudara kita di kawasan tersebut dapat diperoleh dengan baik, tukasnya.
    Menurut Tajuddin, PDAM juga telah berupaya untuk menghidupkan kembali sumber mata air yang berada dikawasan Kelurahan Brang Bara Kecamatan Sumbawa itu yang dinilai cukup dapat memberikan kontribusi bagi pemasokan deber air mencapai sekitar 7,5 liter/detik dengan telah memasang pompa air yang representatif, akan tetapi saat dilakukan ujicoba justru cukup banyak warga masyarakat setempat yang mengajukan protes dan keberatan kalau pompa air tersebut dioperasikan, karena sebagian besar warga masyarakat sanat khawatir kalau sumber mata air tanah yang selama ini dimanfaatkan akan semakin berkurang, sehingga dengan terpaksa sumber mata air di Brang Bara itu tidak dapat difungsikan hingga saat ini, padahal kalau dilihat dari segi teknis sebenarnya tidak berpengaruh terhadap apa yang dikhawatirkan oleh warga masyarakat setempat, pungkasnya.