Depok Lagi Perpanjang PSBB Proporsional Hingga 5 Juli

Depok memperpanjang PSBB secara proporsional hingga 5 Juli untuk pengendalian Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK — Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional sebelum menerapkan kebiasaan baru, guna mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19. Perpanjangan itu berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Nomor 443/263/Kpts/Dinkes/Huk/2021.

“Kebijakan itu berlaku selama satu minggu. Mulai 29 Juni hingga 5 Juli 2021,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima. Republika.co.id, Senin (28/6).

Keppres tersebut telah mengatur sejumlah ketentuan untuk kegiatan masyarakat. Ada 17 poin yang ditetapkan yaitu tempat kerja atau kantor melamar Bekerja dari rumah (WFH) sebesar 75 persen dan Bekerja Dari Kantor (WFO) 25 persen, dengan memberlakukan protokol kesehatan yang lebih ketat. Pengaturan waktu kerja bergantian, dan saat WFH tidak berpindah ke area lain.

Kemudian, sektor esensial seperti kesehatan, bahan makanan, makanan, minuman, energi, komunikasi, teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, hotel, konstruksi, industri strategis, layanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditunjuk sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang terkait dengan kebutuhan dasar masyarakat beroperasi 100 persen. Dengan mengatur jam operasional, membatasi kapasitas, dan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat,” jelas Dadang.

Kemudian, lanjut Dadang, operasional pusat perbelanjaan atau mall atau supermarket atau midi market atau minimarket hanya sampai pukul 19.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Disertai dengan batasan kapasitas pengunjung maksimal 30 persen. Anak-anak di bawah lima tahun, wanita hamil, dan orang tua (lansia) tidak diperbolehkan memasuki area tersebut.

“Pengoperasian pasar rakyat atau tradisional dimulai pada pukul 03.00 WIB sampai dengan pukul 18.00 WIB dengan jumlah pengunjung maksimal 30 persen. Kegiatan restoran atau kafe atau warung makan atau pedagang kaki lima dan sejenisnya sampai pukul 21.00 WIB dan dilakukan secara rutin. . bawa pulang atau dibawa pulang, tidak boleh makan dan minum di tempat,” jelasnya.

Dadang melanjutkan, taman atau tempat wisata atau wahana keluarga atau tempat bermain anak atau kolam renang atau wahana ketangkasan atau bioskop dan sejenisnya ditutup sementara. Aktivitas warga dibatasi hingga pukul 21.00 WIB, kecuali untuk keperluan darurat dan dalam perjalanan pulang kerja dengan menunjukkan Kartu Identitas.

“Kegiatan keagamaan di tempat ibadah dibatasi kapasitas maksimal 30 persen dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat, dan hanya untuk kegiatan ibadah wajib saja,” ujarnya.

“Kegiatan tempat ibadah di zona oranye dan merah PPKM Mikro ditutup, pengajian dan pemakaman jenazah, takziyah (tahlilan kematian) dibatasi maksimal 15 anggota keluarga, pengajian rutin dan dini hari dibatalkan sementara, dan komunal ibadah di luar tempat ibadah untuk ibadah dihentikan sementara,” ujarnya.

Kemudian, kegiatan di fasilitas umum dan ruang pertemuan akan ditutup sementara. Semua kegiatan rapat atau rapat atau bimbingan teknis atau bengkel dan sejenisnya dilakukan secara online atau on line. Seni, budaya, kegiatan komunitas dan pertemuan diadakan secara online atau online on linee.

“Untuk resepsi pernikahan hanya boleh dilakukan akad nikah yang dihadiri oleh keluarga inti paling banyak 30 orang. Sedangkan untuk khitanan, keluarga inti dihadiri maksimal 20 orang. hanya diperbolehkan yang bersifat mandiri. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara online atau online,” jelasnya. Dadang.

Selanjutnya ada pengaturan untuk tamu atau kunjungan kunjungan kerja ke Kota Depok dan perjalanan dinas ke luar Kota Depok dihentikan sementara sedangkan kunjungan keluarga dari luar Kota Depok dibatasi maksimal lima orang. Angkutan umum memiliki kapasitas maksimal 50 persen dan jam operasional angkutan umum hingga pukul 22.00 WIB.

“Dilarang penyebaran hoaks dan informasi provokatif, baik yang mengatasnamakan agama, budaya, dan lain-lain. Kegiatan lain yang mengumpulkan massa dan kegiatan yang menimbulkan keramaian dihentikan sementara,” tambah Dadang.



https://www.republika.co.id/berita/qvf36g354/depok-kembali-perpanjang-psbb-proporsional-hingga-5-juli