Desa di Magetan Mengangkat Jeruk Jawa Jadi Komoditi Unggulan

    REPUBLIKA.CO.ID,MAGETAN – Pemerintah Desa Bibis, Kabupaten Magetan, Jawa Timur berupaya membesarkan buah jeruk jawa yang tumbuh di daerahnya menjadi komoditas unggulan untuk meningkatkan kesejahteraan petani setempat.

    Kepala Desa Bibis Sudarman mengatakan, hampir semua rumah di Desa Bibis, Kecamatan Sukomoro, memiliki pohon jeruk jawa. Hal itulah yang menjadikan Desa Bibis sebagai desa sentra jeruk di Kabupaten Magetan.

    “Jeruk jawa produksi Desa Bibis memiliki rasa manis yang khas, kadar air yang tinggi, dan daging buah yang tebal. Komoditas ini terus kami kembangkan,” kata Sudarman di Magetan, Selasa (13/4).

    Menurutnya, untuk merealisasikan komoditas unggulan tersebut, pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur melakukan penelitian komoditas jeruk jawa untuk dijadikan sentra budidaya.

    Melalui kerjasama ini, para petani jeruk jawa mendapatkan penyuluhan mulai dari pembenihan, cara tanam, hingga panen dan pemasaran hasil panen. Tidak hanya penyuluhan, petani jeruk jawa di Desa Bibis juga mendapat pendampingan berupa alat-alat membuat olahan jeruk jawa.

    Buahnya bisa diolah menjadi sirup jeruk, minuman jeruk dan manisan dari kulit jeruk. “Hasil olahan diperoleh dari tanaman jeruk yang tidak laku,” kata Sudarman.

    Dijelaskannya, Desa Bibis dapat menghasilkan jeruk dengan kualitas yang baik karena tekstur tanah yang memadai dan lahan yang luas. Selain itu, para petani juga rutin melakukan perawatan, seperti membungkus buah agar tidak busuk dan terkena hama.

    Dari segi harga, jeruk jawa dibandrol dengan harga Rp6.000 per buah dan belakangan ini harganya mulai naik. “Sayangnya jeruk jawa ini hanya bisa dipanen setahun sekali. Selain itu, panen sementara hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan wilayah Magetan dan sekitarnya,” ucapnya.

    Karena itu, para petani jeruk lokal terus berupaya meningkatkan produksinya agar jeruk jawa dikenal luas.


    Source