Desa Tunjungtirto Bisa Jadi Role Model PPKM Mikro, ujar Dirjen Bina Lingkungan Pemdes

    TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo menyebarluaskan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Batasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM) kepada perangkat desa, Lembaga Masyarakat Desa, Tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) kepada Karang Taruna, di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Kamis (8/4/2021).

    Yusharto mengatakan, ada tambahan 5 provinsi di PPKM Mikro Volume 7, antara lain Provinsi Papua, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Selatan, dan Riau. PPKM Mikro jiid 7 telah merambah 20 Provinsi. Pelaksanaan PPKM Mikro ini akan berlaku mulai tanggal 6 April – 19 April 2021.

    “Ada perbedaan antara PPKM jilid 7 dengan PPKM sebelumnya, terutama terkait zonasi kawasan Covid-19, selain itu cakupan wilayahnya sangat luas. Kali ini beda, kalau eskalasi di atas 5 untuk tiap RT, maka Itu masuk kategori zona merah, sedangkan eskalasi antara 3 dan 5 masuk ke zona Oranye, ”kata Yusharto.

    Direktur Jenderal Pengembangan Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Yusharto Huntoyungo

    Dalam pantauan Posko PPKM Mikro Desa Tunjungtirto, Yusharto menilai apa yang dilakukan pemerintah desa dan masyarakat Tunjungtirto selangkah lebih maju, karena serius melaksanakan poin-poin yang tertuang dalam Instruksi Mendagri. Menurut Yusharto, Desa Tunjungtirto bisa menjadi panutan penanganan Covid-19 di daerah lain.

    Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci sukses desa Tunjungtirto zero Covid-19 alias kawasan hijau, terutama peran PKK yang memiliki peran besar dalam mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan melindungi diri dari penyebaran virus Covid-19 ditambah fasilitas ruang isolasi yang representatif dengan mendirikan Klinik Tirto Husada di sebelah Kantor Desa, ”kata Yusharto.

    Kepala Desa Tunjungtirto Hanik Dwi Martia mengungkapkan dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19 di Tunjungtirto pihaknya bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat, mulai dari RT / RW, Linmas, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna dan elemen lainnya. . Meski diakui, pada awal pandemi, salah satu warga Tunjungtirto menjadi penderita Covid-19 yang berujung kematian, namun saat ini 13 RW dan 60 RT di Desa Tunjungtirto berada di zona hijau Covid-19.

    “Desa kami terletak di perbatasan pedesaan dan perkotaan, ditambah lagi banyak masyarakat Tunjungtirto yang memiliki kepedulian besar terhadap penanganan dan pencegahan pandemi Covid-19,” kata Hanik.

    Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan, keberhasilan PPKM di Desa Tunjungtirto tidak terlepas dari kepedulian masyarakat. Covid-19 harus diselesaikan secara kolektif, bukan secara individu.

    “Bagaimana suksesnya PPKM sebenarnya menjadi perhatian masyarakat sekitar.“ Seharusnya Covid-19 tidak menjadi bagian dari masalah pribadi tapi harus diselesaikan bersama oleh masyarakat dan pejabat terkait, ”jelas Didik.

    Menurut Didik, penurunan COVID-19 ini karena dukungan semua pihak. Penerapan PPKM Mikro memberikan kontribusi yang besar terhadap penurunan penyebaran Covid-19.

    “Dari kurang lebih 15.000 RT, hingga saat ini masih tersisa 89 RT di zona kuning, semoga dengan adanya Inmendagri baru, kalaupun ada pembengkakan ada aturan kita upayakan semaksimal mungkin. Bagaimana gerakan dan partisipasi masyarakat harus ditekan. Sehingga perkembangan Covid-19 akan segera terhenti dan tentunya warga masyarakat dapat segera memulai aktivitasnya secara normal, ”jelas Didik.




    Source