Deschamps: Prancis Jauh Lebih Kuat dengan Kehadiran Mbappe

    Mbappe menjadi pemain termuda yang meraih 50 caps untuk timnas Prancis.

    REPUBLIKA.CO.ID, TURIN — Kylian Mbappe dinilai menjadi mesin kebangkitan Prancis melawan Belgia di semifinal UEFA Nations League, Jumat (8/10) dini hari WIB. Tertinggal dua gol di babak pertama, Prancis mampu memimpin dan menutup laga di Allianz Stadium, Turin, Italia, dengan kemenangan 3-2.

    Mbappe terlibat langsung dalam keberhasilan Les Bleus menyamakan kedudukan. Gol pertama Prancis di laga ini, yang dicetak Karim Benzema pada menit ke-62, diawali dengan aksi penyerang PSG itu menembus pertahanan Belgia.

    Usai melewati pemain Belgia, Mbappe melepaskan operan ke Benzema. Tak berhenti sampai di situ, Mbappe pun mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi tendangan penalti pada menit ke-69.

    Torehan satu gol dan satu assist dalam laga itu membawa penyerang berusia 22 tahun itu sebagai pemain terbaik di partai tersebut. Penampilan di laga ini seolah menjadi jawaban Mbappe atas berbagai keraguan dan kritik yang ditujukan kepadanya di Euro 2020.

    Mbappe dianggap biang keladi kegagalan Prancis di Euro 2020. Menjadi eksekutor terakhir dalam adu penalti, Mbappe gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Prancis juga tersingkir di babak 16 besar Euro setelah menyerah 4-5 dalam adu penalti dari Swiss.

    Pelatih Prancis Didier Deschamps menegaskan dirinya tidak pernah terombang-ambing oleh berbagai kritik dan keraguan terhadap Mbappe. Mantan pelatih Juventus itu bahkan menyebut kehadiran Mbappe di skuat Les Bleus bisa mendongkrak performa juara Piala Dunia 2018 itu.

    “Tidak ada keraguan sedikit pun tentang Kylian Mbappe. Tekadnya tetap terjaga, terutama setelah penampilan yang tidak memuaskan di Euro 2020. Tim Prancis akan jauh lebih kuat dengan kehadiran Kylian Mbappe. Kami mungkin tersingkir oleh Swiss (di Euro 2020) , tapi kami masih di sini. Kami masih salah satu tim terkuat di Eropa,” kata Deschamps Surat harian, Jumat (8/10).

    Pada laga melawan Belgia, Mbappe juga membuat rekor tersendiri dalam sejarah timnas Prancis. Di usia 22 tahun 291 hari, Mbappe menjadi pemain termuda yang meraih 50 caps untuk Les Bleus.

    Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Benzema yang tampil ke-50 bersama Les Blues di usianya yang baru 24 tahun 240 hari.

    Mbappe, yang melakukan debut seniornya untuk Prancis pada usia 18 tahun pada 2017, juga menjadi pemain termuda di skuat Les Bleus yang mencetak gol di final Piala Dunia. Pun dengan pemain remaja kedua, setelah Pele, yang berhasil mencetak gol di final Piala Dunia.



    https://www.republika.co.id/berita/r0nvj4438/deschamps-prancis-jauh-lebih-kuat-dengan-kehadiran-mbappe