Di BFA, Jokowi Bahas Kesehatan dan Xi Sebut Multilateralisme

Jokowi menyebut pentingnya menciptakan stabilitas dan keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, BOAO – Seruan kerjasama di bidang kesehatan dan pemulihan ekonomi disampaikan oleh Republik Indonesia (RI) pada acara Boao Forum for Asia (BFA) Annual Conference (AC) 2021, di Kota Boao, Provinsi Hainan, China pada 18-21 April 2021.

Sebanyak 15 kepala negara dan pemerintahan termasuk Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dan tuan rumah Presiden China Xi Jinping menjadi pembicara utama melalui tayangan video. Acara dibuka oleh Sekjen BFA Li Baodong.

Menurut siaran pers yang diterima Republika, Kamis (22/4), Jokowi menyampaikan pidato yang mendorong peningkatan upaya kerja sama kesehatan. Ia mengatakan bahwa upaya tersebut termasuk pengembangan sistem peringatan dini, meningkatkan kualitas tenaga medis, dan mempromosikan kesetaraan vaksin untuk semua negara.

Hal lain yang diungkapkan Jokowi adalah pentingnya menciptakan stabilitas dan keamanan. Ia mendorong untuk terus mengembangkan kerja sama dunia dalam a kepemimpinan global kolektif.

Jokowi juga menekankan pentingnya upaya percepatan pemulihan ekonomi yang mengutamakan perekonomian terbuka dan investasi di bidang infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta pengembangan ekonomi digital dan pembangunan hijau.

Sementara itu, Xi menyampaikan pentingnya mendorong multilateralisme, keterbukaan, inovasi, solidaritas, dan penguatan tata kelola dunia untuk menciptakan masa depan bersama. Xi juga mendorong kerja sama global dalam ekonomi dunia terbuka agar keluar dari pandemi, antara lain dengan memanfaatkan kerja sama dalam kerangka Belt and Road Initiative (BRI), khususnya untuk bidang kesehatan, membangun konektivitas dan pembangunan hijau.

Konferensi tahunan BFA 2021 bertema “Dunia yang Berubah: Bergandengan Tangan untuk Memperkuat Tata Kelola Global dan Memajukan Sabuk dan Jalan Kerja Sama”. Ini menandai ulang tahun ke-20 berdirinya BFA.

Upacara pembukaan juga dihadiri langsung oleh Wakil Presiden China Wang Qishan, Ketua BFA Ban Ki Moon, dan Asisten Sekretaris Jenderal Liu Zenmin. Pejabat tinggi lainnya adalah presiden Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB), direktur jenderal Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (WIPO), presiden Bank Pembangunan Baru (NDB), sekretaris jenderal Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). , perwakilan diplomatik, pengusaha, akademisi dan pejabat lainnya. .

Delegasi RI juga aktif mengikuti beberapa sub forum yang diselenggarakan selama konferensi berlangsung. Duta Besar Indonesia untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, menjadi panelis pada sub forum bertajuk “Forum Kerja Sama Ekonomi Kepulauan Jalur Sutra Maritim Abad 21”.

Djauhari dan Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir secara virtual menjadi pembicara pada sub forum bertema “ASEAN-China Governors and Mayors ‘Dalogue”. Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi, menjadi panelis online pada sub forum “Percepat Sambungan Infrastruktur untuk Mengeluarkan Potensi Pembangunan”. Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, juga menjadi panelis online pada sub forum bertema “Pembangunan Bersama Jalan Sutera Sehat”.

Melalui tema tahun ini, BFA AC 2021 menghasilkan perspektif dan saran langkah konkrit bagi Asia untuk berkontribusi pada tata kelola dunia dan mencapai pembangunan bersama yang saling menguntungkan. Selain itu, BFA juga menegaskan komitmennya untuk membantu memulihkan perekonomian negara-negara di dunia, khususnya di Asia dalam menghadapi pandemi COVID-19.

BFA dibentuk pada Februari 2001 atas inisiatif bersama 29 negara Asia Pasifik termasuk Indonesia. BFA menjadi platform dialog tingkat tinggi untuk membangun konsensus global dan mempromosikan pembangunan bersama. Indonesia telah aktif dalam berbagai kegiatan BFA.




Source