Di tengah pandemi, UKM ini memproduksi celana hanya dalam waktu 30 menit

Celana yang dibuat juga bisa disesuaikan dengan keinginan pemesan atau custom.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Berjuang menghadapi pandemi tidak membuat Pride n Joy kehilangan arah. UMKM asal Bandung yang bergerak di bidang fashion ini sebenarnya memiliki inovasi luar biasa bernama Fast Pants.

Menurut Humas Pride n Joy Intan Desyyanti Ibrahim, dengan Fast Pants, celana denim dan chino bisa diproduksi hanya dalam waktu 30 menit. Teknologi yang diperkenalkan tahun lalu ini diklaim sebagai yang pertama di dunia.

“Ini pertama kali di dunia karena di merek lain tidak ada yang bisa dilakukan dalam waktu 30 menit,” kata Intan, Kamis (3/6).

Intan mengatakan celana yang dibuat juga bisa disesuaikan dengan keinginan pemesan atau custom, mulai dari ukuran, bahan, hingga warna benang. Pride n Joy menyediakan 3 pilihan pemotongan, itu adalah fit reguler, langsing lurus, dan ramping meruncing.

“Pelanggan bisa memilih di antara 3 stek ini. Mereka juga bisa memilih warna benang, lalu bisa memilih ukurannya,” ujarnya.

Sedangkan quality control bisa langsung dilakukan oleh customer di tempat sehingga jika ada kekurangan bisa segera ditangani. Intan mengatakan, untuk harga, pembeli hanya perlu menambahkan Rp. 20 ribu untuk setiap potong celana. Jika bahan yang digunakan adalah Rp. 180 ribu, pembeli hanya perlu membayar Rp. 200 ribu.

“Kalau kita ambil bahan yang harganya Rp 360 ribu, ditambah Rp 20 ribu juga. Ini berlaku untuk denim dan chino,” ujarnya.

Intan mengakui Fast Pants mampu menekan biaya produksi yang banyak sehingga produk bisa dijual lebih murah. Namun, kualitasnya bisa dibandingkan dengan merek lain. “Kualitasnya bagus tapi harganya murah,” katanya.

Intan menjelaskan, ide Fast Pants pertama kali datang dari pemilik Pride n Joy, Irham Muhammad Fadhil Karim. Setiap harinya clothing line ini bisa memproduksi hingga 200 potong celana, sehingga dibutuhkan teknologi yang memudahkan.

Pandemi tersebut, kata dia, sempat menunda peluncuran Fast Pants. Saat itu, Pride n Joy mulai mematangkan konsep hingga akhirnya fitur ini resmi dirilis pada awal September 2020. Hingga saat ini, rata-rata ada 100 pelanggan per bulan yang memesan melalui fitur Fast Pants.

Menurut Intan, saat ini 80 persen pasar Pride n Joy adalah laki-laki, mengingat merek ini mengkhususkan diri pada celana denim. “Ke depan Pride n Joy akan mulai meluncurkan produk-produk untuk wanita sekaligus memperbesar target pasar untuk wanita,” ujarnya.

Intan mengaku pandemi tidak menghalangi Pride n Joy untuk terus berinovasi meningkatkan penjualan. Menurutnya, meski jumlah pembeli ke studio offline sedikit menurun, namun penjualan online justru meningkat.

“Strategi bertahan di covid, kemarin (Pride n Joy) idealis dengan jeans. Nanti kita rilis satu artikel one season. Terus ganti model sistemnya,” kata Intan.

Intan juga berbagi tips bagi pengusaha muda untuk tetap bertahan di tengah pandemi. Baginya, pengusaha tidak perlu takut untuk berkreasi dan berbagi ide-ide gila.



https://www.republika.co.id/berita/qu4lbl396/di-tengah-pandemi-umkm-ini-produksi-celana-hanya-30-menit