Diduga Menerima Suap dari Perusahaan Haji Isam, Mantan Petugas Pajak Ditahan KPK

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tim penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan Angin Prayitno Aji sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan pajak tahun 2016 dan 2017.

Pengumuman status tersangka terhadap mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu dilakukan setelah penyidik ​​menyelesaikan pemeriksaan.

“Setelah mengumpulkan informasi dan data serta menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyidikan dan menaikkan status perkara ini menjadi Penyidikan pada Februari 2021,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers, Selasa (4/5/2021).

“KPK menetapkan enam tersangka. Tersangka pertama adalah APA (Angin Prayitno Aji), Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal Pajak,” kata Firli.

Lima tersangka lainnya adalah Kasubdit Kerja Sama dan Penunjang Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Dadan Ramdani serta tersangka pemberi suap yaitu konsultan pajak atas nama Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi. dan Agus Susetyo serta kuasa hukum wajib pajak, Verinoka Lindawati.

Dalam hal ini, Angin diduga terjerat kasus penerimaan hadiah atau janji pemeriksaan pajak tahun 2016 dan 2017 di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Angin dan Dadan diduga menerima suap terkait pemeriksaan pajak tiga perusahaan, yakni PT Gunung Madu Plantations; PT Bank PAN Indonesia; dan PT Jhonlin Baratama.

Suap diterima melalui Ryan, Aulia, Agus dan Veronika.

Haji Isam (NET)

Suap yang diduga diterima Angin dan Dadan bernilai miliaran rupiah. Suap diberikan agar besaran nilai pajak ketiga perusahaan tersebut diatur dan disesuaikan dengan keinginan perusahaan.

“APA (Angin Prayitno Aji) bersama DR (Dadan Ramdani) diduga menerima sejumlah uang terkait hasil pemeriksaan pajak untuk tiga Wajib Pajak,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers, Selasa (4/5 / 2021).




Source