Digitalisasi Bantuan Sosial Dipercepat | Republika Online

Akselerasi dilakukan melalui lima langkah untuk memperkuat aspek sistem pembayaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mendukung Pemerintah dalam mempercepat digitalisasi penyaluran Bantuan Sosial (bansos) yang juga dikenal dengan G2P (Government to Person) 4.0. Percepatan tersebut dilakukan melalui lima langkah untuk memperkuat aspek sistem pembayaran yang mengedepankan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan terpercaya.

Pertama, memperkuat infrastruktur sistem pembayaran untuk mendukung transaksi penyaluran bansos. Kedua, interkoneksi layanan pembayaran baik di jalur pembayaran digital maupun di agen / merchant. Ketiga, keamanan, artinya akses dana dilindungi oleh dua faktor otentikasi yaitu pengguna dan kata kunci (kata sandi).

Kata sandi ini dapat berupa kombinasi angka atau penggunaan biometrik seperti sidik jari dan wajah. Keempat, menggunakan multichannel atau bisa menggunakan berbagai instrumen dan channel seperti kartu atau handphone, hingga QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Kelima, perluasan gerai transaksi dana bansos, seperti agen Laku Pandai atau Layanan Keuangan Digital, merchant, dan ATM. Hal tersebut mengemuka dalam Leader’s Insight Panel “Digitalisasi Penyaluran Bantuan Sosial untuk Optimalisasi Pemanfaatan Dana Bantuan Sosial dan Meningkatkan Inklusivitas Keuangan” pada Rabu (7/4), sebagai rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia 2021 (FEKDI). ).

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan BI akan memperkuat ekosistem sistem pembayaran untuk mendukung G2P 4.0. Antara lain dengan mempercepat implementasi QRIS, mengembangkan BI FAST, dan menghubungkan bank dengan fintech melalui standar pembayaran Open Application Programming Interfaces (Open API).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa digitalisasi penyaluran bansos dapat mempermudah penyaluran / penyaluran. Selain itu juga memfasilitasi pemantauan distribusi bantuan sosial kepada penerima bantuan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa menambahkan, transformasi digital penyaluran bansos berorientasi pada optimalisasi penggunaan layanan keuangan digital dan kebutuhan penerima bansos. Selain kegiatan Leader’s Insight dan talkshow, masih terdapat berbagai kegiatan FEKDI lainnya yang dibuka hingga 8 April 2021 dengan mengunjungi website FEKDI. Semua kegiatan di FEKDI terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.




Source