Dikes Gelar Pertemuan Lintas Program Lintas Sektor (LPLS) Penguatan Desa Siaga Aktif

Sumbawa Besar, Gaung NTBDinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa gelar Pertemuan Lintas Program / Lintas Sektor (LPLS) dalam rangka penguatan desa / kelurahan siaga aktif tingkat Kabupaten Sumbawa Jumat (25/9) di Ruang Rapat H Hasan Usman, Kantor Bupati Sumbawa.

Hadir dalam kesempatan ini Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pemateri, dan SKPD terkait diantaranya Bappeda, DP2KBP3A, Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, TP-PKK, pemerintah desa dalam hal ini diwakili Desa Labuhan Jambu sebagai percontohan desa siaga aktif di Kabupaten Sumbawa.

Selama ini kegiatan desa Siaga terbukti dapat menekan kasus kematian ibu dan kematian bayi, melalui elemen sistem pemberitahuan dan pelaporan, sistem rujukan, donor darah, posyandu, survelens berbasis masyarakat, menciptakan prilaku hidup bersih dan sehat, pendanaan dan informasi KB, sehingga pada masa pandemi Covid 19 diharapkan program desa siaga dapat terintegrasi dengan program berbasis masyarakat lainnya seperti Kampung sehat (Kepolisian), Kampung KB (BKKBN) dan desa siaga bencana (BNPB).   

Selain itu, Program unggulan Revitalisasi Posyandu yang menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi NTB menjadi penekanan. Selanjutnya, Posyandu di Desa Siaga harus menjadi Posyandu Keluarga, begitu juga dengan OPD lain yang mengusulkan desa binaannya masuk dalam Desa Siaga harus membentuk Posyandu Keluarga agar pelayanan kesehatan dasar secara menyeluruh dapat diperoleh dalam satu wadah yaitu posyandu sehingga target untuk menurunkan AKI dan AKB, atau Stunting, penyakit menular seperti Covid 19, maupun penyakit lainnya dapat tercapai.

Berdasarkan Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa yang disampaikan kepala dinas Drs H Didi Darsani Apt dari 165 desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Sumbawa, terdapat 10 desa/kelurahan siaga dengan strata aktif pratama, 88 desa/kelurahan dengan strata aktif madya, 51 desa/kelurahan dengan strata aktif purnama, dan 15 desa/kelurahan dengan strata aktif mandiri.

Menurutnya, program desa siaga sudah digagas sejak tahun 2006, dalam perjalanannya yang aktif memang belum semua, sehingga pada masa pandemi Covid 19 ini kembali dikuatkan lagi keberadaannya.

Sementara itu, kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Drs H Hasan Basri MM.

Sekda mengungkapkan, belum optimalnya koordinasi dan dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan desa siaga aktif di sebagian besar desa yang ada mengakibatkan kegiatan pengembangan desa dan keluarahan siaga aktif di Kabupaten Sumbawa belum memenuhi target yang diinginkan.

Oleh karena itu, Sekda menilai perlu dilakukan upaya pembinaan secara terus-menerus agar muncul pemahaman yang sama serta tercipta kebersamaan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan desa dan kelurahan siaga aktif sesuai tugas dan fungsi masing-masing petugas kesehatan, tentunya melalui upaya fasilitasi oleh tim kabupaten dalam bentuk pertemuan di Puskesmas dan rapat koordinasi di tingkat kabupaten sebagaimana yang dilaksanakan hari ini.

“Mudah-mudahan melalui upaya pembinaan yang dilakukan secara terus menerus dapat meningkatkan pencapaian target desa/kelurahan siaga aktif di kabupaten sumbawa.” tutup H Bas. (Gks)