Dimana Roh Nabi? | Republika Online

Ruh Nabi Muhammad berada di ar-Rafiq al-A’la yang merupakan tempat yang sangat tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Saat meninggal, ruh akan meninggalkan jasadnya. Ruh manusia yang telah meninggal kemudian akan tinggal di alam barzakh sampai hari kebangkitan manusia dari kuburnya pada hari kiamat.

Lalu dimanakah keberadaan ruh Nabi Muhammad SAW sebagai manusia istimewa yang diutus oleh Allah SWT? Apakah sama dengan manusia biasa?

Dalam buku “Rahasia Ruh dan Kematian” karya Ibnu Qayyim al-Jausiyyah yang ditakhik oleh Syekh M. Ayyub al-Ishlahi dijelaskan bahwa ruh Nabi Muhammad berada di ar-Rafiq al-A’la, yang merupakan tempat yang sangat tinggi.

Allah SWT berfirman,

اللّٰهَ الرَّسُوْلَ اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ لَيْهِمْ النَّبِيّٖنَ الصِّدِّيْقِيْنَ الشُّهَدَاۤءِ الصّٰلِحِيْنَ اُولٰۤىِٕكَ ا

“Dan barang siapa yang mentaati Allah dan Rasul (Muhammad), maka mereka akan bersama orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pecinta kebenaran, para syuhada dan orang-orang shaleh. Mereka adalah sebaik-baik sahabat.” (Surat an-Nisa’ [4]: 69)

Lalu, bisakah arwah orang mati saling bertemu dan saling mengunjungi? Pertanyaan ini juga merupakan masalah yang penting untuk dicari jawabannya.

Ibnu Qayyim menjelaskan, ruh terbagi menjadi dua golongan, yaitu ruh yang mendapat hukuman dan ruh yang diberi nikmat. Menurutnya, jiwa-jiwa yang tersiksa akan terus disibukkan dengan siksaan yang diterimanya, sehingga tidak bisa saling mengunjungi dan tidak bisa saling bertemu.

Sedangkan jiwa-jiwa yang diberkahi, menurutnya, bebas dan sama sekali tidak terkekang, sehingga bisa saling bertemu, saling mengunjungi dan mengingat berbagai hal yang pernah ada di dunia. Setiap jiwa bersama pendampingnya sebagai amal perbuatannya di dunia.



https://www.republika.co.id/berita/qvlu36335/di-mana-ruh-rasulullah