Dinas Kesehatan: Tidak Semua Positif Covid-19 Perlu Diobati di Rumah Sakit

    Pasien Covid-19 dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan tidak semua warga yang positif terpapar Covid-19 perlu dirawat di rumah sakit. Menurut Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, peningkatan kasus positif yang mencapai 9.271 orang, turut berimbas pada hunian tempat tidur rumah sakit.

    “Masyarakat perlu mengetahui bahwa tidak semua penderita Covid-19 harus dirawat di rumah sakit. Kemenkes juga telah mengeluarkan kriteria prioritas pasien yang dapat dirawat di rumah sakit yaitu dengan gejala sedang, berat, dan kritis,” kata Widyastuti. di Jakarta, Sabtu (26/26/2020). 6).

    Sedangkan bagi mereka yang memiliki gejala ringan seperti batuk, pilek, sakit kepala, sakit tenggorokan, tidak sesak napas atau tanpa gejala, Widyastuti mengatakan bisa menjalani isolasi mandiri di rumah atau fasilitas isolasi terkontrol yang disediakan. Widyastuti menjelaskan, ada sejumlah kriteria prioritas pasien yang perlu dirawat di rumah sakit yang bisa diketahui masyarakat.

    Kriterianya antara lain jika saturasi oksigen di bawah 95 persen, mengalami sesak napas, kesulitan/tidak dapat berbicara, kesadaran menurun, terdapat penyakit penyerta dan gejala pneumonia sedang. Untuk itu, masyarakat tidak perlu panik saat dinyatakan positif Covid-19.

    “Jika terkonfirmasi positif, segera laporkan ke Gugus Tugas Covid-19 di tingkat RT dan Puskesmas terdekat agar dapat dilakukan pemeriksaan awal dan diberikan pengenalan jika diperlukan isolasi terkontrol,” ujarnya.

    Selain itu, kenali juga gejalanya pada setiap tubuh. Jika kondisinya masih dalam skala tidak parah, maka cukup menjalani isolasi mandiri atau isolasi di fasilitas isolasi terkontrol dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

    Widyastuti menyatakan, saat ini sebanyak 140 rumah sakit di wilayah DKI Jakarta telah merawat pasien Covid-19. Dari 140 rumah sakit tersebut, terdapat RSUD/RSKD di bawah Pemprov DKI Jakarta yang semuanya telah menangani Covid-19. Diantaranya RS Tanah Abang, RS Cempaka Putih, RS Sawah Besar, RS Tugu Koja, RS Pademangan, RS Cengkareng, RS Kalideres, RS Pasar Minggu, RS Kebayoran Lama, RS Kebayoran Baru, RS Jatipadang, RS Kramat Jati, RS Ciracas, RS Duren Sawit, RS Tarakan, RS Koja, RS Pasar Rebo, RS Budhi Asih, dan RS Adhyaksa.

    “Namun demikian, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan fasilitas kesehatan untuk menambah jumlah tempat tidur perawatan Covid-19 di Jakarta,” kata Widyastuti.

    Widyastuti menambahkan, pihaknya memastikan ketersediaan oksigen masih aman di DKI Jakarta. Dalam pendistribusiannya, jajaran Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta juga bekerjasama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Satpol PP DKI Jakarta.

    “Demikian pula kesiapan obat-obatan dipastikan aman dan terkendali. Obat-obatan didistribusikan melalui Sudin Kesehatan di wilayah Kota dan Kabupaten. Kami pastikan semuanya aman dan terkendali. Keselamatan warga adalah yang utama. hal,” kata Widyastuti.

    sumber : Antara



    https://www.republika.co.id/berita/qvb5d0328/dinkes-tak-semua-positif-covid19-perlu-dirawat-di-rs