Dinas Pertanian Berikan Bantuan Benih Bagi Petani Terdampak Kekeringan

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Kemarau panjang menyebabkan terjadinya kekeringan pada tanaman padi dan jagung disejumlah wilayah kecamatan. Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa akan memberikan bantuan benih padi pada MH ini seluas 37.250 hektar yang telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian semoga disetujui, sedangkan jagung rencananya dengan potensi yang ada lebih dari 77.000 hektar, jika memungkinkan akan ditambah lagi. Selanjutnya ada juga dana stimulan bantuan pestisida, sedangkan untuk daerah yang masih ada sumber air dimanfaatkan pompa air, kedepan akan diberikan bantuan pompa air karena sangat bermanfaat membantu petani ketika terjadi kekeringan.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian melalui Kabid Tanaman Pangan Syam SP kepada Gaung NTB kamis (17/9).

Disebutkan, kekeringan padi berdasarkan data terakhir hingga 2 September 2020 terparah terjadi di Kecamatan Plampang seluas 116 hektar dengan rincian ringan ada 19 hektar, sedang 53 hektar, berat 38 hektar, Puso 6 hektar, dan ada yang pulih 40 hektar.

Lebih jauh sambungnya, kekeringan padi juga terjadi puso atau gagal panen di Moyo Hulu 25 hektar, sedangkan kekeringan di Alas berhasil pulih seluas 35 hektar dan di Lunyuk pulih 50 hektar.

Jadi total kekeringan padi kategori ringan 19 hektar, sedang 53 hektar, berat 38 hektar, Puso 31 hektar, total keseluruhan ada 141 hektar, sedangkan total pulih 125 hektar. 

Sementara itu, untuk kekeringan jagung rinciannya di Buer puso 25 hektar, Plampang kekeringan ringan 40 hektar dan sedang 5 hektar, Alas luas pulih 5 hektar, Empang luas pulih 4 hektar.

“Memang pada awal musim tanam terjadi hujan namun setelah itu sampai hari ini tidak pernah terjadi hujan lagi dan kemarin hanya ada rintik saja dan hujang ringan sampai sedang disejumlah desa” ujarnya.

Menurutnya, kekeringan padi dan jagung ini terjadi karena pelanggaran pola tanam khususnya di Kecamatan Plampang, yang seharusnya direkomendasikan petugas sesuai aturan tanam kacang hijau atau palawija tapi memilih tanam padi dan jagung. Padahal, kedua tanaman ini memerlukan air yang cukup banyak hanya bisa saat musim hujan dan ini musim kemarau bahkan cuaca sangat panas.

“Untungnya ada beberapa hektar sawah petani kami yang mengalami kekeringan dapat pulih kembali karena letak sawahnya ada didekat saluran air sehingga bisa dengan mudah dialiri baik dengan menggunakan mesin pompa air atau sumur bor” katanya

Syam menjelaskan, gagal panen atau puso diawali adanya kekeringan, kemudian serangan hama penyakit hingga tidak adanya ketersedian air karena sumbernya kering.

Namun, bagi petani yang mematuhi aturan menanam kacang hijau saat kemarau ini berhasil panen seperti di Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir seluas 50 hektar dan di kecamatan lainnya.

“Rata-rata petani yang dulu tanam jagung sekarang banyak beralih tanam kacang hijau, kami usulkan pengembangan kacang hijau 12 ribu hektar, karena kita juga berhasil mengembangkan varietas jenis sampeong khas Sumbawa untuk perbenihannya” ujarnya.

Syam menerangkan, kaitan dengan harga jagung dan padi yang banyak dikeluhkan petani mengalami penurunan harga saat pandemi, menurutnya tidak ada perubahan atau penurunan harga karena petani biasanya melihat harga tahun lalu kemudian dibandingkan sedangkan sekarang ini pupuk subsidi jatahnya dikurangi sehingga petani gunakan pupuk non subsidi yang lebih mahal, harga benih juga naik dan ongkos buruh saat panen juga mengalami kenaikan sehingga seolah harganya turun tapi sebenarnya modal tanam yang cukup besar itu menyebabkan petani rugi sehingga berdasarkan keluhan dari petani pihaknya telah berupaya mengusulkan kenaikan harga acuan namun kebijakan terkait harga tidak ada di dinas karena harga acuan ada di pemerintah pusat.  

Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) perkiraan mulai November sudah masuk penghujan, diprediksi normal sesuai tahun sebelumnya semoga saja tidak seperti tahun ini yang tidak menentu karena perubahan iklim sehingga para petani bisa mulai menanam lagi.

Harapannya, semoga tahun ini musimnya normal, petani bisa menanam sesuai jadwal, tidak ada serangan hama penyakit, sehingga semangat petani tetap ada meski ditengah pandemi, begitu pula harapan kepada pemerintah pusat semoga usulan dapat dipenuhi dan direalisasikan dalam rangka membantu kesejahteraan petani. (Gks)

Tags: Dinas Pertanianpetani