Dinas Pertanian Sumbawa Sosialisasi Program AUTP

Sumbawa Besar Gaung NTB
Dinas pertanian Sumbawa dengan PT. Jasindo serta PT. Jia Agro mengadakan pertemuan koordinasi dalam rangka pelaksanaan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) Tahun 2019 beserta UPT Produksi Pertanian, koordinator dan Penyuluh Pertanian di lingkup Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Aula Lantai II Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Selasa (02/07).

Kepala Cabang Jasindo Mataram, Aldos Al Dustur SS MM, dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Program AUTP diberikan secara gratis dan dihajatkan untuk pencegahan resiko seperti gagal panen yang disebabkan oleh kekeringan, banjir, bahkan teserang hama dan dalam hal ini PT Jasindo yang akan mengcover dengan anggaran sebesar 6 juta /hektar dengan cara penghitungan secara profesional.
Dalam penerapan PT. Jasindo sebagai asuransi usaha tani yang bergerak di bidang jasa asuransi diatas 75 persen per petak alami, sementara bentuk kerja sama pengadaan produk disediakan oleh PT. Jia Agro dengan pengadaan program tani sehat, dengan menganjurkan pupuk cair Nutrisil dan Oril.

Lebih lanjut disampaikan Aldos Al Dustur bahwa cara pengklaiman asuransi dari petani yang sudah berlangganan yakni petani hanya melaporkan ke KUPT Pertanian, kemudian KUPT melaporkan atau memberi informasi kepada PT Jasindo. Apabila tanaman petani terdampak hama diatas 10 hari dan rusak diharapkan kepada petani untuk mengajukan klaim.
“Sebelum dieksekusi penyuluh, dari Jasindo akan turun ke lapangan untuk melakukan survey, kemudian KUPT Pertanian yang menghitung kerusakan,” jelasnya.
Sebelum PT Jasindo melakukan survey, para petani tidak boleh menghilangkan bukti terlebih dahulu agar dapat mengklaim asuransi akibat kegagalan panen.

Sementara itu PT Jia Agro yang berfokus pada produk, ingin menyelesaikan persoalan di tingkat petani yang mengalami kerugian mulai dari musim tanam sampai panen, yang biayanya tinggi dan kemudian hasil serta penjualan dengan biaya rendah.
“Program ini bisa merasakan nikmatnya bertani, karena bisa menghasilkan angka yang cukup.” katanya.

Menurut Ikshan Suhada SP MSi, selaku Direktur PT Jia Agro Indonesia menjelaskan, selain biaya rendah dan bisa menghasilkan nilai produksi yang tinggi, sehingga lahirlah kerja sama dengan PT Jasindo sebagai jaminan prodak PT Jia Agro yang dibayar oleh petani sebesar 600 ribu per hektar dengan teknis pendampingan serta sosialisasi.
“Dalam hal ini Bank BNI yang menyediakan dana KUR bila petani tidak memiliki dana,” kata Ikhsan.

Lebih lanjut disampaikan Ikhsan, khusus di Kabupaten Sumbawa dengan diterapkan program ini diharapkan tidak ada satupun petani yang merasa minder menjadi petani. “Kalau mau jadi kaya, jadilah petani karena hampir semua yang dilakukan 99 persen berhasil,” jelasnya.
PT Jasindo dan PT Jia Angro akan mengeluarkan CSR untuk masing- masing kecamatan dan desa sebagai instalasi pastisida nabati sehingga petani sudah ada tempat pengambilan pestisida tersebut. Program ini akan membuat petani kaya dan sejahtera karena metode pertanian sehat.
Ada 3 pilar pertanian sehat dijelaskan Ikhsan, yakni biayanya murah tapi produksinya tinggi, produksinya sehat, sehat secara lingkungan. “Kita tidak membunuh hama, tetapi kita mengusir dan tidak menggunakan pestisida sintesis serta memberi kekebalan pada tanaman, sehingga tanaman bisa survaif,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa produk untuk pupuk nutrisil dan oril pupuk cair yang diolah dari batuan vulkanik yang menggunakan teknologi nano partikel yang diberikan kepada petani adalah premi 36 ribu per hektar yang ditanggung oleh PT Jia Agro dan perusahaan juga berkewajiban untuk membimbing serta mendampingi petani dalam usaha tani tentu dengan menggunakan metode pertanian sehat.

Sementara di tempat terpisah Kepala Dinas Kabupaten Sumbawa, Ir Talifuddin MSi menyampaikan bahwa untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Pulau Sumbawa, Dinas Pertanian bekerja sama dengan PT Jia Angro Indonesia untuk pengadaan pupuk cair nabati (pupuk organik) pupuk nutrisil dan oril sebagai bahan kombinasi pupuk urea.
Petani, perbankkan dan PT Jia Agro Indonesia mempunyai MOU, yang pada dasarnya petani membutukan pupuk untuk pertumbuhan tanamannya sehingga dari kelangkaan pupuk di Sumbawa.
“PT. Jia Agro bekerja sama dengan PT Jasindo memberikan asuransi kepada petani dengan premi dari pupuk dan obat yang dibayar oleh petani sebesar 36 ribu premi sebagai jaminan,” kata Ir Talifuddin.
Semetara pupuk bersubsidi terbatas, hanya 50 persen per-tahun dan tidak dapat memenuhi kebutuhan petani, sehingga petani susah dan sukar untuk mendapatkan pupuk.

Dengan adanya kerjasama ini, menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang dibutukan oleh para petani dengan cara mengunakakan pupuk cair nutrisil dan oril.
Lebih lanjut, Ir Talifuddin mengatakan, Sumbawa masih kekurangan pupuk setengah dari kebutuhan pupuk petani yang ada di Sumbawa, yaitu 40 ribu ton tersedia dan yang dibutuhanan petani adalah 80 ribu ton.
“Dinas sudah berusaha melakukan usulan, tetapi angaran negara sangat terbatas, sehingga tidak bisa memenuhi sepenuhnya apa yang diusulkan dan sebagai alternatif akan menggunakan produk yang diajukan ole PT Jia Agro Indonesia sebagai antisipasi kekurangan pupuk,” tandas Ir Talifuddin.