Dinkes Gunung Kidul Awasi Petugas Perayaan Covid-19 Spreader

    REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG KIDUL – Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta memantau dua cluster besar penyumbang penyebaran COVID-19 di wilayah ini, yaitu cluster bagian selatan di Kecamatan Panggang, dan cluster hajatan. cluster di Playen.

    Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunung Kidul Dewi Irawaty mengatakan, dua cluster tersebut menyebabkan lebih dari 62 orang terkonfirmasi COVID-19 sejak Minggu (18/4) dan Senin (19/4). “Pada Minggu (18/4) ada 22 kasus lagi dari cluster Panggan, dan saat ini ada 40 kasus dari dua cluster. Saat ini kami masih melacak kontak dekat,” kata Dewi di Gunung Kidul, Senin (19/4). .

    Ia mengatakan, dari hasil penelusuran cluster Panggangatan, terlacak 37 warga, 34 orang positif, dan dua orang meninggal. “Cluster di Panggang ini awalnya terbentuk dari kegiatan pengabdian masyarakat,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Desa Getas, Kecamatan Platen, Pamuji mengatakan, ada 39 warga yang ikut dalam hajatan tersebut. Semula ada enam warga yang positif, lalu pada Minggu (18/4) 23 warga lainnya juga dinyatakan positif. Sebanyak 29 warga dinyatakan positif COVID-19, kata Pamuji.

    Bupati Gunung Kidul Sunaryanta mengatakan akan melakukan komunikasi dengan seluruh kepala desa, guna meminimalisir peningkatan kasus penularan baru. “Saya akan mengingatkan kembali para kepala desa untuk mengawasi dan mengawasi aktivitas warganya,” ujarnya.

    Menurut Sunaryanta, kunci utama pencegahan penularan adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes). Jika ini diikuti maka potensi penularan dalam kegiatan masyarakat bisa diminimalisir.

    Untuk itu, pihaknya akan meminta kepala desa mengingatkan warganya agar tetap melaksanakan prokes selama beraktivitas. Terutama prinsip menjauhi keramaian dan membatasi pergerakan orang. “Nanti kami butuh dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga untuk pemenuhan prokes tersebut,” ujarnya.


    Source