DIPERIKSA JAKSA, 2 CALEG GOLKAR SUMBAWA akan Menempuh Langkah Hukum

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Rupanya tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa kembali membuka proses penyelidikan intensif melalui Puldata dan Pulbuket atas kasus dugaan penyimpangan SPJ fiktif atas penggunaan bantuan dana parpol bagi Partai Golkar Sumbawa yang dialokasikan Pemda Sumbawa melalui APBD tahun anggaran 2017 senilai Rp 124 Juta lebih, untuk pekan kali ketiga ini melakukan pemanggilan dan pemeriksan serta pengambilan keterangan klarifikasi terhadap dua orang Pengurus yang juga caleg potensial partai Golkar Sumbawa Selasa (06/11) terhadap Muhammad Naim S.Sos dan Muslim S.Sos M.Sos.
Kedua kader Golkar tersebut terlihat memenuhi panggilan Jaksa dan langsung dilakukan pemeriksaan tertutup diruang terpisah Kasi Pidum dan Kasi Intelejen masing-masing selama hampir mencapai tiga jam penuh setelah sempat dlakukan break (Ishoma), dimana Muslim S.Sos M.Sos sendiri memberikan keterangan langsung kepada Jaksa Penyidik Putra Riza Akhsa Ginting SH seputar program dan kegiatan yang dilakukan partai Golkar dalam tahun 2017 lalu, sedangkan Muhammad Naim S.Sos sendiri diperiksa intensif oleh Jaksa Lalu Mohamad Rasyidi SH, dengan menjawab belasan pertanyaan Jaksa secara kooperatif sesuai dengan apa yang diketahui, menjadi tupoksi dan tanggung jawabnya.
Disela break pemeriksaan, Muhammad Naim didampingi sesepuh Golkar H Farhan Bulkiah Sp mantan Ketua DPRD Sumbawa dan Abdul Kadir Tayeb kader Golkar lainnya dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB mengungkapkan kalau dirinya telah memberikan keterangan klarifikasi seputar kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Kecamatan Moyo Hilir sekitar April 2017 lalu, dimana dalam SPJ Golkar 2017 tersebut namanya dicatut menjadi nara sumber dengan beberapa kader Golkar lainnya, bahkan ada bukti tandatangan dan kwitansi menerima honor kegiatan, padahal kegiatan tersebut dirinya tidak pernah tahu apalagi ikut menjadi nara sumber ataupun menerima sejumlah uang itu sama sekali tidak benar, karena itu pihaknya dalam waktu dekat ini akan menempuh langkah hukum pidana melaporkan kepada pihak yang berwajib terkait dengan adanya dugaan pencatutan nama dan tandatangan dirinya yang sengaja dipalsukan, ujarnya.
Bahkan, Naim sangat mendukung langkah penegakan hukum yang dilakukan penyidik Kejaksaan terkait dengan kasus dugaan SPJ fiktif partai Golkar tahun 2017 itu, dan meminta kepada seluruhn kader dan caleg Golkar agar tidak resah dan gelisah, sebab kami ingin didalam tubuh Golkar itu kedepan haruslah bersih terutama pengurusnya, serta meminta kepada Ketua Partai Golkar Sumbawa untuk lebih legowo gentlemen mengundurkan diri terkait dengan adanya kasus tersebut, seperti contoh kader dan petinggi Golkar di Pusat itu jauh-jauh hari lebih dulu mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab, tukasnya.
“Begitu pula kepada pimpinan Pusat partai Golkar maupun Pimpinan DPD Golkar Provinsi NTB agar tidak menutup mata dan telinga melihat dan menyikapi persoalan yang terjadi pada DPD Partai Golkar Sumbawa dibawa kepemimpinan Jeck Morsa, dengan megambil sikap tegas memberhentikan dan menonaktifkan yang bersangkutan dengan menunjuk paling tidak Plt Ketua DPD dengan mengacu kepada ketentuan AD/ART dan Petunjuk Organisasi (PO) partai Golkar, agar partai Golkar Sumbawa kedepan tetap solid dan kompak,” pungkas Muhammad Naim.
Sementara itu, Kasi Pidsus Kejari Sumbawa Jaksa Anak Agung Raka Putra Dharmana SH ketika dikonfirmasi Gaung NTB kemarin membenarkan, kalau dua orang kader (Caleg) Golkar Sumbawa mendapat giliran diperiksa dan dimintai keterangan klarifikasi terkait dengan kasus dugaan SPJ fiktif Partai Golkar tahun 2017 yang tengah ditangani penyelidikan intensif oleh tim Jaksa Penyidik Kejari Sumbawa, dengan rencana Rabu besok (07/11) juga akan dilakukan pemeriksaan intensif terhadap M Berlian Rayes S.Ag Sekretaris Partai Golkar yang juga anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Sumbawa dan sejumlah pihak terkait lainnya, agar masalahnya menjadi terang dan jelas, tukasnya.