Diperkirakan, pihak yang melakukan bisnis memiliki potensi yang besar

Partai Emas berani mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) disebut-sebut bakal menjadi calon partai baru yang bisa mendapat dukungan besar. Namun, pihak ini harus menyelesaikan masalah adanya ketentuan konstitusi yang melarang pihak melakukan bisnis.

“Jika ditangani secara serius dengan smart packaging, maka Partai Emas sangat berpeluang menjadi arah baru bagi sejumlah parpol, terutama parpol baru dalam meraih dukungan pemilih yang besar,” ujar peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) ini. Toto Izul Fatah dalam siaran persnya, Kamis (6/5).

Menurut Toto yang juga Direktur Eksekutif PT Citra Komunikasi LSI Denny JA, analisisnya bukan tanpa alasan. Salah satunya, pihak Gold merancang dirinya sebagai pihak yang berorientasi pada kebutuhan pasar dengan berbagai produk yang ditawarkannya.

Toto menyampaikan contoh salah satu produk yang ditawarkan adalah berbagai layanan berbasis aplikasi, seperti Jek Gold, Car Gold, Food Gold, Cargo Gold, Send Gold, Trip Gold, dan Pick Up Now. Padahal, lanjut Toto, kabarnya pihak ini juga sedang merancang program untuk koperasi, BPR, bahkan perumahan rakyat.

“Padahal, nanti ‘PR’, bagaimana dengan konstitusi yang melarang para pihak untuk berbisnis. Tentu itu soal lain yang harus dibenahi,” kata Toto.

Dalam pandangan Toto, Partai Emas berbeda dengan kebanyakan partai politik yang ada saat ini. Mereka tidak bergantung pada pasar sasaran tradisional yang berorientasi pada ideologis. Misalnya pasar nasionalis dan religius, yaitu pasar yang dalam banyak teori pemasaran tidak lagi dikategorikan Laut biru, tapi sudah menjadi Laut Merah.

Apa yang dilakukan pesta Emas ini adalah sebuah terobosan keluar dari kotak yang berpotensi menjadi magnet publik bukan hanya untuk pelarian ambang batas parlemen (PT) tapi juga akan sukses pada 2024. Apalagi jika partai ini juga mampu memadukan kekuatan program dengan tokoh-tokoh pribadi ketua umumnya, ”ucapnya.

Toto menjelaskan, dalam teori pemasaran politik, Partai Emas mengambil posisi model partai yang berorientasi pasar (pihak yang berorientasi pasar). Yakni, partai yang lahir atas tuntutan keinginan pasar dengan desain awal telah dimulai melalui berbagai kajian tentang kebutuhan pemilih.

Menurut Toto, yang terjadi saat ini adalah partai-partai lama sudah terlena dengan orientasi produk turun-temurun seperti ideology (product oriented party). Padahal bukan tidak mungkin jika akan ditinggalkan oleh masyarakat. Apalagi ketika publik cepat atau lambat menilai ideologi sudah mulai menghilang dari parpol, akibat ulah oknum partai yang semakin terlibat kasus korupsi. Jadi, mereka tidak lagi mendapatkan ideologi dari partai, tetapi dari tempat lain.

“Kalau mau jujur, itu tuntutan masyarakat terhadap parpol modern ke depan. Apalagi sejalan dengan makin pandai pemilih kita,” kata Toto.

Partai Emas saat ini masih dalam proses pendaftaran di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Menurut Toto, Partai Emas di sejumlah daerah bisa menjadi panutan bagi parpol baru. Padahal, jika dikemas dengan cerdas, parpol baru pimpinan Hasnaeni ini berpotensi memiliki magnet elektoral yang kuat di Pemilu 2024 mendatang.




Source