Direktur Utama BPJS Kesehatan Mengingatkan Rumah Sakit Agar Tidak Membedakan Peserta JKN

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti melakukan kunjungan ke RS Islam Jemursari dan RS Islam A. Yani di Surabaya, Jumat (9/4/2021).

    Pada kesempatan ini Dirut mengapresiasi kinerja kedua rumah sakit binaan organisasi Nahdatul Ulama selaku mitra BPJS Kesehatan yang melayani peserta Program JKN-KIS.

    Ghufron berharap ke depan kedua rumah sakit tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan program JKN-KIS secara optimal.

    Ghufron juga mengungkapkan perlu adanya peningkatan kualitas dari sisi layanan digital. Diharapkan dengan digitalisasi yang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan dan rumah sakit dapat bekerja sama. Misalnya pelayanan administrasi, antrian, dan informasi sarana dan prasarana rumah sakit.

    “Kami juga berharap peserta BPJS Kesehatan tidak lagi menjadi peserta BPJS Kesehatan yang didiskriminasi atau dibedakan antar pelayanan, mereka tetap diberikan pelayanan yang baik. Tidak dapat dipungkiri bahwa kehadiran program JKN-KIS juga berdampak pada kehidupan masyarakat. pengembangan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit, ”kata Ghufron.

    “Saat ini biaya pelayanan kesehatan khususnya penyakit katastropik merupakan penyakit dalam pelayanan Program JKN-KIS. Rata-rata setiap tahun kita membayar Rp 11 triliun untuk penyakit jantung saja. Untuk itu perlu upaya dalam hal peningkatan kesehatan. kualitas pelayanan sehingga pembiayaan yang dikeluarkan lebih efektif dan efisien, ”ujar Ghufron.

    Wakil Direktur Wilayah BPJS Kesehatan Jawa Timur I Made Puja Yasa mengungkapkan, peran rumah sakit swasta dalam membantu meningkatkan akses pelayanan kesehatan di Kota Surabaya sangat besar.

    “Saat ini 96% penduduk Kota Surabaya merupakan peserta JKN-KIS. Untuk itu, sisi kecukupan pelayanan kesehatan menjadi perhatian,” kata Puja.

    Dalam kesempatan tersebut, Direktur RS Islam A. Yani Surabaya Dodo Anando mengungkapkan, 80% pasien di RS Islam A.Yani adalah pasien BPJS Kesehatan. RS Islam A. Yani dalam perjalanannya melayani peserta JKN-KIS mendorong peningkatan kapasitas rumah sakit.

    “Ke depan kita sudah rencanakan bangun kapasitas dan gedung baru khusus untuk melayani pasien Program JKN-KIS. Soal pembayaran klaim sampai saat ini belum terkendala sangat lancar bahkan saya dengan hampir 80% rumah sakit. di kota Surabaya tidak ada masalah dalam pembayaran klaim, ”kata Dodo.




    Source