Direncanakan Ground Breaking Pasar Seketeng Awal Juli

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Setelah pihak Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (ULPBJP) Setda Sumbawa menetapkan pemenang tender atas proyek pembangunan pasar Seketeng Sumbawa Besar kepada PT Citra Prasasti Konsorindo asal Bekasi Jawa Barat dengan nilai kontrak sekitar Rp 54.155.780.000 (sekitar Rp 54,1 Miliar lebih), akhirnya Bapenda Sumbawa membuat kontrak pekerjaan terhitung sejak 20 Juni hingga 17 Desember 2019 mendatang (selama 180 hari kerja), sehingga kegiatan action fisiknya sudha bisa dimulai, ungkap Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Arif Alamsyah S.STP M.Si dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB Kamis (27/06) kemarin.

Dijelaskan, usai dilakukan penandatanganan kontrak kerja, maka sesuai dengan schedule program pihak rekanan kontraktor pelaksana melakukan persiapan lokasi dimulai dengan pemagaran keliling pasar sekaligus pembangunan Direksi Kit, untuk kemudian melanjutkan kegiatan pembersihan lokasi dari sisa material dan pembongkaran bangunan lama, sehingga jika pekan depan lokasinya sudah siap, maka kegiatan peletakan batu pertama (Ground Breaking) pembangunan pasar Seketeng Sumbawa itu dapat segera dilakukan pada awal Juli mendatang.

Sesuai dengan dokumen perencanaan maupun hasil review atas Desain Detail Engeneering (DED) yang ada terang PPK Arif Alamsyah, maka untuk pembangunan pasar Seketeng Sumbawa Besar itu dalam tahun anggaran 2019 ini difokuskan bagi penyelesaian pembangunan dua tingkat pada blok (B) dan (C) yang berada dibagian belakang dan tengah pasar, sedangkan untuk blok (A) yang berada didepan dengan alokasi anggaran yang ada baru bisa dibangun hanya pondasinya saja dan rencananya akan dllanjutkan pada tahap pembangunan berikutnya di tahun 2020 mendatang dengan rencana akan menyerap anggaran mencapai sekitar Rp 18 Miliar, tukasnya.

Menurut PPK Arif Alamsyah, luas areal Pasar Seketeng saat ini menjadi seluas 1,5 hektare, dengan penataan dan desaian pembangunannya akan memiliki luas areal parkir yang cukup representatif didepan seluas 12,5 meter dari ruas jalan utama, belum areal dikiri kanan (samping) dan dibelakang sekitar 6 meter dan nanti akan ada fasilitas mesjid, kantor pengelola, taman, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan bahkan ruang ibu menyusui didalam kawasan pasar tersebut,dengan konstruksi menggunakan baja ringan, sehingga kedepan diharapkan sudah tidak ada lagi yang namanya kemacetan lalulintas dikawasan pasar Seketeng dimaksud, ujarnya.
“Sesuai dengan rencana dari sejumlah kios dan lapak yang ada di pasar Seketeng tersebut, maka jumlah daya tampung bagi para pedagang tersedia mencapai sekitar 2.700 orang, atau jika dilihat dari jumlah pedagang yang ada tercatat saat ini, maka kemungkinan akan ada kelebihan daya tampung sekitar 50 orang pedagang, karena itu diharapkan setelah rampung dalam tahun 2019 ini, maka diusahakan paling tidak seluruh pedagang sudah bisa ditempatkan didalam pasar Seketeng dimaksud, karena itu dukungan warga masyarakat khususnya bagi para pedagang sangat dibutuhkan, agar apa yang menjadi hajat pemerintah dan masyarakat dapat terwujud dengan baik,” papar PPK Arif Alamsyah.