Disaksikan Panglima TNI dan Kapolri, 2.500 Pekerja Divaksinasi

    REPUBLIKA.CO.ID,SUMEDANG — Sebanyak 2.500 pekerja di Kabupaten Sumedang mengikuti vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di PT Kahatex, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Kamis (5/8). Kegiatan tersebut disaksikan langsung Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Turut mendampingi dua petinggi TNI dan Polri itu adalah Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, dan Kapolda Jabar Irjen Pol Ahmad Dofiri. .

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolri dan Panglima TNI juga membagikan paket sembako kepada para pekerja yang mengikuti kegiatan vaksinasi. ”Hari ini kami datang ke sini dalam rangka percepatan percepatan vaksinasi, khususnya bagi pekerja yang tergabung dalam KSPSI. Kita tahu buruh adalah salah satu pahlawan devisa karena dengan kuatnya ekspor yang dilakukan oleh sesama buruh, devisa masuk ke Indonesia,” kata Panglima TNI dalam sambutannya.

    Oleh karena itu, kata Panglima TNI, pemerintah memiliki kewajiban untuk menjaga kesehatan para pekerja. Ia mengatakan, kesehatan pekerja harus dijaga dan ekonomi terus tumbuh. Keduanya, lanjutnya, harus berjalan beriringan. “Angka Covid-19 masih tinggi, jadi walaupun sudah divaksin tetap patuh pada prokes, tetap pakai masker setelah divaksin, agar pekerja tetap sehat dan ekonomi terus tumbuh,” ujarnya.

    Panglima TNI mengatakan, dalam pengendalian pandemi Covid-19, strategi yang dilakukan adalah 3 M, pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan. Yang kedua, kata dia, adalah strategi 3T, yakni testing, tracing, dan treatment. Sedangkan yang ketiga adalah vaksinasi. “Tiga hal yang sangat penting karena saat ini varian di Indonesia adalah varian Delta yang transmisinya jauh lebih cepat dibandingkan varian Wuhan dan varian Inggris,” ujarnya.

    Menurut Panglima TNI, jika tiga strategi yakni 3 M, 3 T, dan pengobatan dilakukan dengan baik, maka upaya memutus mata rantai Covid 19 akan berhasil. Implementasi ketiga strategi tersebut tidak akan berjalan tanpa peran serta seluruh komponen masyarakat. ”Karena setiap individu dalam suatu kelompok masyarakat atau komponen masyarakat memiliki arti yang sangat penting. Mereka memiliki peran yang sangat penting, mulai dari kewajiban pribadi menggunakan masker hingga kesadaran ingin dilacak dan termasuk kesadaran ingin melakukan vaksinasi,” ujarnya.

    Sementara itu, Kapolri menyampaikan bahwa buruh merupakan salah satu pahlawan devisa bangsa Indonesia. Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah berkewajiban menjaga kesehatan para pekerja agar selalu sehat. ”Kami menurunkan vaksin sebanyak 15 ribu dosis. Jika masih kurang, bisa dikoordinasikan kembali. Semoga akselerasi ini bisa segera tercapai,” ujarnya.

    https://repjabar.republika.co.id/berita/qxdibj327/disaksikan-panglima-tni-dan-kapolri-2500-buruh-divaksin