Disepakati UMK Tahun 2019 Tidak Naik KSB Usulkan Rp 2.050.000

Sumbawa Barat, Gaung NTB
Kabi Hubungan Industrial dan Pengawasan (Hiwas) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Drs. Zainuddin MM, menyebutkan dari hasil pembahasan dengan Tim atau Dewan Pengupahan Kabupaten (DPK) belum lama ini, disepakati tidak ada kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) untuk tahun 2019 mendatang, dikarenakan di tahun 2018 ini UMK KSB ditetapkan sebesar RP 2 juta dan merupakan UMK tertinggi di NTB.
“Mau nya kita UMK naikkan Rp 2.050.000, karena UMP angka nya Rp 2.012.000, ketentuannya tidak boleh UMP di atas Untuk UMK, tetapi UMK di atas UMP,” ungkap Zainuddin.
Namun demikian, dari Disnakertrans KSB melalui Dewan Pengupahan Kabupaten, sedang mengusulkan angka UMK KSB bisa bergerak sedikit.
Analisa sudah dilakukan dan segera akan di sampaikan.
Usulan tersebut rencananya akan di tetapkan pada tanggal 20 November 2018, sesuai mekanisme usulan tetap di sampaikan ke gubernur.
Kendatipun, alasan utama kemungkinan tidak naik karena nilai UMK tahun ini telah memenuhi standar Nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang menjadi acuan penyusunan standar upah setiap tahun.
Di bagian lain UMK ini, sambung Zainuddin, berlaku umum untuk semua perusahaan yang beroperasi di KSB, tak terkecuali perusahaan tambang melainkan juga perusahaan lainnya.
Berkenaan kisaran perusahaan yang beroperasi di KSB saat ini mencapai 320-an. Ini yang terus terpantau pengupahannya. Tak di pungkiri ada perusahaan yang memperkerjakan karyawan, namun tak bisa memenuhi standar UMK untuk upah karyawannya. “Itu sempat dilaporkan ke kami dengan alasan dan pertimbangannya, meski demikian angka nya masih mendekati UMK,” pungkasnya.