Disperta Prioritaskan Bibit dan Pembenahan Sarana Pertanian

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Dari hasil rapat koordinasi yang dilakukan, maka dalam tahun anggaran 2019 ini Pemerintah melalui Dinas Pertanian memprogramkan pengadaan bantuan varitas bibit tanaman dan pupuk serta pembenahan fisik sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang pertanian, dengan alokasi anggaran dibiayai sepenuhnya dari Pemerintah Pusat, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Talifuddin M.Si dalam perbincangannya dengan Gaung NTB diruang kerjanya Kamis siang (07/02) kemarin.
Talifuddin akrab mantan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa ini disapa yang kini kembali ke habitatnya memimpin Dinas Pertanian Sumbawa ini menyatakan sesuai dengan program perencanaan, maka dalam tahun anggaran 2019 ini Pemerintah Pusat tetap mengutamakan program khusus untuk padi, jagung dan kedele (PaJaLe), jadi itu tentu ditunjang dengan program lain, seperti untuk pupuk itu ada dua ada yakni pupuk bersubsidi dan non subsidi tapi tetap masuk proritas yang subsidi, karena kalau yang non subsidi itu harganya dua kali lipat, mungkin sulit bagi yang mampu bisa membelinya, dan peningkatan produksi itu khan pupuk dan benih, ujarnya.
Saya melihat bantuan benih cukup banyak baik padi maupun jagung termasuk kedele, program inilah yang harus kita sukseskan kata Talifuddin, ada juga benih bawang putih dan bawang merah, sedangkan untuk kopi pengolahannya dalam skala yang tidak terlalu banyak bantuannya karena kita diback-up dari Pusat kalau APBD itu khan kecil, karena itu pihaknya telah meminta kepada jajarannya untuk melengkapi sesuai persyaratan yang ditentukan dan kemarin ada Kabid terkait yang telah membawa usulannya ke Jakarta.
Terkait dengan action kegiatan sambung Talifuddin, sekarang ini khan musim hujan (MH) berarti yang tahun 2018 kemarin (Oktober – Desember) tapi pelaksanaannya di bulan Januari 2019, sedangkan usulan berikutnya di Musim Kemarau (MK-1) berarti April – September, Oktober – Maret MK-II, artinya inilah yang harus diprogramkan dan difasilitasi agar bibitnya jangan sampai terlambat, begitu pula soal pembangunan fisik pertanian khusus menggunakan bantuan dari DAK Pusat meliputi pembangunan dan pembenahan saluran irigasi, cekdam, sumur dangkal dan perbaikan sejumlah UPT Pertanian, kemudian yang lain sesuai usulan seperti peralatan Hand Tractor, sehingga pelaksanaan action lapangan sekitar bulan April 2019 sudah bisa dimulai, dan diharapkan bibit dan pupuk yang dibutuhkan masyarakat tani sebelum tanam sudah tersedia, tukasnya.