Distan Sumbawa Optimis Dapatkan Program Penangkaran Bibit Bawang

Sumbawa Besar, Gaung NTB
Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pertanian telah mengajukan proposal yang ditujukan kepada Kementerian Pertanian. Dimana proposal tersebut meminta agar sumbawa menjadi daerah sentra benih bawang merah Indonesia bagian timur. Propasal yang diajukan tersebut mendapat respon yang positif dari kementerian dengan menyetujuinya dan tinggal menunggu penetapan anggaran, dapat dipastikan Tahun 2018 program tersebut bisa berjalan.
Kepala Dinas Pertanian Sumbawa, Tarunawan SSos SP kepada Gaung NTB, Rabu (1/11) mengungkapkan bahwa untuk melaksanakan program dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar tersebut, segala sesuatu telah dipersiapkan. Diantaranya menyiapkan regulasinya, sehingga pengelolaan program tersebut dapat berjalan sesuai dengan harapan. Sementara untuk tahap awal program tersebut dibutuhkan lahan sekitar 100 hektar untuk ditanami bawang. “Nantinya benih dari bawang tersebut dapat memenuhi kebutuhan bawang khusus Indonesia Bagian Timur,” ungkap Tarunawan.
Selain itu, pihaknya juga berencana membentuk sebuah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang nantinya rencana akan mengelola anggaran dari program tersebut. Pihak kementerian sangat menginginkan pengelolaan anggaran tersebut bisa dilakukan oleh lembaga daerah, minimal tidak terbentuk kelompok kerja (Pokja). Untuk membahas rencana terebut, dalam waktu dekat pihak kementerian akan datang ke Sumbawa, sekaligus membicarakan rencana program tersebut dengan semua OPD terkait.
“Untuk pembentukan BLUD, ini akan dibahas lebih rinci terutama dengan syarat dan ketentuannya. Bahkan teman-teman di kementerian juga tengah mengkaji rencana pembentukannnya,” tambah Kadis berkumis tebal ini.
Tarunawan berharap agar BLUD bisa terbentuk secepatnya, bahkan meskipun BLUD ini nantinya gagal terbentuk dan dipastikan juga tidak akan menjadi sebuah hambatan. Karena dalam usulan proposal yang disampikan ke pihak kementeriaan, pengelolaan program ini melalui balai benih yang bernaung di bawah Dinas Pertanian.
“Cuma karena ada keinginan agar pengelolaannya melalui BLUD, inilah yang akan kita bicarakan bersama dan pusat sangat menginginkan pengelolaannya oleh sebuah lembaga khusus,” katanya.
Terkait dengan kesiapan lahan, Tarunawan mengakui bahwa untuk tahap awal membutuhkan lahan sekitar 100 hektar yang akan digunakan untuk menyiapkan benih sumber (F0) yang kemudian akan berlanjut ke penyiapan benih siap sebar (F1). Untuk kebutuhan lahan tersebut pihak dinas membangun kemitraan dengan para kelompok tani. “Dinas Pertanian sudah mempersiapkan semua kebutuhan pendukung yang diperlukan untuk menyukseskan program ini,” tandas Tarunawan SP.
Sementara itu Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Abdul Murad MM menambahkan, pelaksanaan budidaya bawang merah sebagian besar terserang penyakit layu fusarium, sehingga kedepannya perlu adanya peningkatan kapasitas SDM atau petani, untuk mengatasi hal tersebut, dan penyakit lain yang dihadapi dalam budidaya bawang merah.
Selain hal itu, dalam pemilihan lahan tempat menanam bawang merah juga perlu dievaluasi. Sebab, sebagian bawang merah yang ada, dipanen sebelum waktunya, karena bawang merah terendam banjir. “Dari pengalaman yang ada, tempat untuk menanam juga perlu diperhitungkan kembali,” jelasnya.
Dari hasil evaluasi dan pengalaman yang sudah ada, IR Murad berharap, hasil budidaya bawang merah tahun kedepannya dapat mencapai target yang diharapkan, paling tidak mendekati target yang ada.
“Mudah–mudahan, dengan adanya budidaya bawang merah di Sumbawa, kedepannya dapat memenuhi pasokan atau kebutuhan akan bawang merah masyarakat NTB. Selain itu, dengan banyaknya budidaya bawang merah, dapat menekan lonjakan harga bawang merah,” harapnya.