DKI Cari Solusi Tempat Tinggal Pedagang Korban Kebakaran

    Pemprov sedang mencari solusi lokasi bagi para pedagang di Pasar Kebon Melati dan Pasar Minggu.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, Pemprov sedang mencari solusi penampungan sementara bagi para pedagang yang terkena dampak kebakaran. Pasar sempat terbakar, yakni di Pasar Kebon Melati dan Pasar Minggu beberapa waktu lalu.

    “Nanti Pemprov DKI Jakarta dan Pasar Jaya dilibatkan, kita siapkan tempat penampungan sementara untuk mereka di pasar,” kata Riza di Balaikota Jakarta, Rabu (14/4).

    Namun, Riza mengaku belum bisa menjelaskan lokasi shelter yang diberikan ke Pasar Jaya bagi para pedagang yang terkena dampak kebakaran beberapa waktu lalu.

    Meski begitu, Riza mengaku pihaknya sedang mencari solusi agar kegiatan ekonomi terkait pasar tetap berfungsi dan terus memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. “Sudah tugas kita bersama jajaran BUMD khususnya Pasar Jaya mencari solusi agar masyarakat tidak kesulitan membeli belanja dan termasuk yang berdagang,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, menurut Riza, pasar memiliki tingkat kerentanan terhadap kebakaran, salah satunya adalah properti, karena sebagian besar properti mudah terbakar, sudah tua dan bermasalah dengan instalasi listrik.

    “Pasar biasanya berdekatan, antara kios satu dengan kios lainnya. Ketiga, pasar umumnya barang, isinya mudah terbakar. Banyak pedagang juga merokok. Jadi, banyak faktor penyebab pasar, termasuk kawasan properti yang rawan. api, “kata Riza.

    Tidak hanya pasar, ia juga menyoroti sambungan dengan daerah padat penduduk yang sangat rawan kebakaran, mulai dari kompor gas, instalasi listrik hingga penumpukan colokan listrik. Untuk itu perlu adanya sosialisasi bersama mengenai kondisi ini.

    “Jadi rumah yang padat punya potensi. Kita lakukan pencegahan, mulai dari sosialisasi, bahkan sampai ditempeli stiker, di wilayah-wilayah RW RT yang rawan kita lakukan berbagai upaya preventif,” ujarnya.

    sumber: Antara




    Source