DKI Setwan Bingung Dengan Tudingan PSI Soal Viani Menggelembungkan Dana

    Jika nanti ada laporan dari PSI terkait dugaan tersebut, Setwan akan memeriksanya.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pj Sekretariat DPRD DKI Jakarta Augustinus mengaku bingung dengan tudingan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait dugaan penggelapan dana terhadap mantan kadernya, Viani Limardi. Menurut dia, berdasarkan pemeriksaan, tidak ada dana menggelembung yang didapat dari Viani.

    “Saya juga bingung apa yang disampaikan soal dana menggelembung itu. Karena anggaran yang ada sudah sesuai dengan tanggung jawab Bu Viani,” kata Agustinus saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (6/10).

    Ditanya bagaimana proses pelaporannya, lanjutnya, jika nantinya ada laporan dari PSI terkait dugaan tersebut, pihaknya akan mengecek terlebih dahulu kebenaran dan keabsahan laporan tersebut. Dari situ, lanjutnya, juga akan dilaporkan ke direksi untuk diarahkan.

    Setelah itu, Badan Kehormatan DPRD DKI akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Meski demikian, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti karena belum ada laporan dari kedua belah pihak.

    “Kami untuk kegiatan istirahat Baik, tugas kita adalah meneliti dan memeriksa serta memverifikasi uang yang digunakan. Namun, untuk reses pertama Bu Viani tidak ada dana reses yang menggelembung,” ujarnya.

    Tudingan PSI soal penggelapan dana, kata dia, juga belum disampaikan, baik secara lisan maupun tertulis oleh PSI kepada sekretaris dewan. Di sisi lain, internal partai setwan, kata Agustinus, juga tidak akan mencampuri urusan internal partai dan hanya akan menunggu laporan dari PSI atau Viani.

    “Karena itu sebenarnya urusan PSI sendiri, dan mereka belum memberi tahu kami apa-apa,” katanya.

    Dia merinci, misalnya ada reses untuk 200 orang, tapi tidak ada dana yang digelembungkan hingga 500 atau semacamnya. Karena itu, pihaknya akan menunggu sikap PSI dan Viani.

    Sebagai informasi, pemecatan PSI tertuang dalam Surat Keputusan DPP PSI Nomor 513/SK/DPP/2021 tentang Sanksi Pemberhentian Tetap Sebagai Anggota PSI terhadap Viani Limardi karena diduga menggelapkan dana. Selama ini Viani sebagai mantan kader PSI kerap menimbulkan kontroversi.

    Sebelumnya, mantan politisi PSI Viani berencana menggugat PSI atas pemecatannya dan tuduhan menggelembungkan dana reses. Menurut dia, pihaknya tidak akan tinggal diam soal ini.

    Apalagi saat itu dia mengaku tidak diberi kesempatan untuk mengklarifikasi. “Kali ini saya tidak akan tinggal diam dan saya akan berjuang dan menuntut PSI sebesar Rp 1 triliun,” kata Viani dalam keterangannya, beberapa waktu lalu.



    https://www.republika.co.id/berita/r0jghx487/setwan-dki-bingung-tuduhan-psi-soal-viani-gelembungkan-dana