DKP Sumbawa, Lirik Potensi Perikanan Desa Batu Rotok dan Desa Tepal

Sumbawa Besar, Gaung NTB

Untuk menggali potensi pengembangan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Sumbawa, beberapa petugas Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbawa melakukan kunjungan lapangan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 24 hingga 26 Agustus 2020 ke Desa Batu Rotok dan Desa Tepal Kecamatan Batu Lanteh. Demikian disampaikan kepala dinas melalui Kabid Perikanan Budidaya Rahmat Hidayat, SPi MT kepada Gaung NTB selasa (25/8).

Saat ini ada beberapa Pokdakan (Kelompok Budidaya Ikan) yang sudah terbentuk di Desa Batu Rotok yaitu Tiu Pusu dan Nong Unter serta di Desa Tepal Pokdakan Untung Bersama.

“Pada Tahun 2020 ini rencananya akan disalurkan bantuan benih nila sebanyak 28.000 ekor dan Pellet ikan sebanyak 3.500 kg untuk kelompok Nong Uler melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Semoga semua dapat terlaksana dengan baik” katanya.

Disebutkan, programnya memang baru karena selama ini program budidaya  perikanan hanya fokus di wilayah pesisir dengan budidaya tambak udang atau bandeng dan beberapa wilayah yang dikenal secara umum memiliki potensi air tawarnya tersedia untuk budidaya kolam seperti Desa Marente Kecamatan Alas dan daerah-daerah lain.

“Kita ingin perikanan juga dikenal oleh masyarakat yang kebetulan hidupnya di daerah pegunungan atau dataran tinggi, tentu ini akan menjadi tantangan tersendiri terutama dalam hal kita melakukan pembinaan teknis budidaya  pada masyarakat. Kalau dari segi potensi sumber daya alamnya sangat mendukung, dengan air yang melimpah dan masih bersih karena tidak tercemar” Sebutnya.

Menurutnya, Desa Batu Rotok dan Desa Tepal hanya dikenal sebagai penghasil kopi dan perkebunan lainnya, kedepan diharapkan juga potensi ikan Nila, Karper atau lele dari Batu Rotok dan Tepal, paling tidak pemenuhan protein hewani dari ikan bisa tercukupi untuk masyarakat sendiri dan desa sekitar.

Lebih jauh sambungnya, ikan untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga masih dibawa oleh penjual dari wilayah Kecamatan Sumbawa membuat harga ikan cukup mahal, inilah salah satu alasan yang menjadi peluang usaha bagi pembudidaya ikan air tawar menguntungkan.

Dari hasil pantauan di lapangan sambungnya, memang sudah ada  masyarakat yang membuat kolam dan memelihara ikan secara swadaya, hanya saja belum dikelola sebagai usaha yang bisa meningkatkan pendapatan keluarga atau dengan kata lain hanya sekedar hobi untuk kesenangan semata.

“Menjadi tugas kita memberikan penyuluhan baik teknis budidaya maupun membuka wawasannya bahwa usaha ini sangat menguntungkan secara ekonomi jika dikelola secara serius” ujarnya.

Disamping itu, selain melakukan survei potensi, pihaknya juga sekaligus sosialisasikan peningkatan konsumsi ikan bagi masyarakat melalui kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan), karena saat ini angka konsumsi ikan pada 2 desa tersebut masih dibawah angka konsumsi ikan nasional. (Gks)