DLU-BMKG Menginstal 11 Alat AWS di Kapal untuk Memantau Kondisi Laut

Pemasangan alat AWS dapat mencegah kecelakaan atau kecelakaan di laut.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA – Perusahaan pelayaran swasta PT Dharma Lautan Utama bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memasang 11 alat pengukur cuaca otomatis (AWS) di kapal. Pemasangan alat ini untuk memantau kondisi laut terkini.

“PT DLU merupakan mitra pertama BMKG. Ada 11 kapal yang dilengkapi alat AWS,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak, Taufiq Hermawan, di Surabaya, Sabtu (10/4).

Pihaknya juga telah menandatangani nota kesepahaman terkait pemasangan peralatan di kantor pusat PT DLU di Surabaya, Jumat (9/4). BMKG, kata dia, tahun ini menargetkan bisa memasang 40 perangkat AWS di kapal dengan harapan bisa mengetahui dan mendeteksi cuaca yang terjadi di laut.

“Dengan pantauan data di laut, baik cuaca maupun ombak, pengguna jasa maritim tidak khawatir. Ini role model yang harapannya untuk mitra lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT DLU, Erwin H Poedjono mengucapkan terima kasih kepada BMKG yang telah memberikan kepercayaan sebagai mitra pertama untuk pemasangan 11 alat AWS. “Selama ini informasi cuaca dan ombak di laut sudah terpantau dari nakhoda, namun dengan adanya AWS lebih terkontrol karena lebih canggih dan akurat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pemilik dan Penasihat Utama PT DLU Holding, Bambang Haryo Soekartono yang mengapresiasi BMKG yang telah berusaha keras memberikan kenyamanan kepada masyarakat khususnya penumpang kapal dengan pemasangan alat AWS. Menurutnya, BMKG memiliki peran yang sangat penting terutama pemasangan alat AWS untuk mencegah terjadinya kecelakaan atau musibah di laut.

“Terobosan BMKG yaitu sosialisasi termasuk pemasangan peralatan AWS tentunya sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat cuaca buruk,” ujar BHS, panggilan akrabnya.

Mantan anggota DPR RI ini meyakini dengan pemasangan alat AWS di kapal, keselamatan penumpang di atas kapal lebih terjaga dan semakin menegaskan bahwa Indonesia benar-benar menjadi pusat atau poros maritim dunia.

sumber: Antara




Source