Dokter: Larangan Mudik untuk Menekan Penularan Covid-19

    Saat ini peningkatan kasus sudah mulai terjadi di masyarakat.

    REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO – Dokter spesialis paru dari Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dr. Wisuda Moniqa Silviyana, Sp.P mengatakan, pelarangan mudik merupakan kebijakan tepat yang bertujuan untuk menekan angka penularan Covid-19 di masyarakat.

    “Secara umum lonjakan kasus Covid-19 ini sering dikaitkan dengan momen berkumpulnya orang dan meningkatnya mobilitas penduduk, sehingga larangan mudik sangat tepat untuk mencegah peningkatan mobilitas penduduk,” ujarnya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas. , Jawa Tengah, Minggu (9/5).

    Ia mengingatkan, saat ini sudah mulai terjadi peningkatan kasus di masyarakat. Misalnya cluster perkantoran di DKI Jakarta, cluster takziah di Semarang, cluster tarawih di Banyumas dan sebagainya.

    Belajar dari fakta tersebut, sebagaimana pengalaman Idul Fitri tahun 1441 Hijriyah tahun lalu, dimana terjadi trend peningkatan kasus 14 hari setelah Idul Fitri dengan kenaikan tarif harian yang positif, maka sangat penting dibuat kebijakan yang batasi mobilitas, “katanya.

    Ia menambahkan, pengalaman selama ini menunjukkan bahwa penyebaran Covid-19 dengan mudah akan terus meluas dan tidak terkendali jika masyarakat tidak memperkuat protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas mobilitas penduduk.

    Oleh karena itu, sesuai dengan imbauan Ikatan Dokter Paru Indonesia, masyarakat harus terus memperkuat protokol kesehatan dan mematuhi aturan larangan mudik.

    “Sesuai imbauan Ikatan Dokter Paru Indonesia, masyarakat diimbau untuk mengedepankan kepentingan kemanusiaan dan berkontribusi dalam menekan angka penularan Covid-19 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan, menjalani vaksinasi dan tidak pulang,” ujarnya.

    Ditambahkannya, meski tidak mudik, silaturahim Idul Fitri tetap bisa dilakukan secara virtual maupun online. “Setiap individu perlu mengambil peran preventif dan saling mengingatkan sekaligus memperkuat larangan protokol kesehatan,” ucapnya.

    sumber: Antara




    Source