Doni: Tiga Korban Disebut Mati, Ditemukan Hidup

    Sebelumnya, korban meninggal di Rote Ndao, kabarnya ada dua orang, satu di Ngada.

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan tiga korban yang dinyatakan meninggal akibat bencana di Kabupaten Rote Ndao dan Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan. hidup. Sebelumnya, korban meninggal di Kecamatan Rote Ndao dilaporkan ada dua orang, dan satu orang di Kabupaten Ngada.

    “Laporan terakhir dari bupati yang meninggal nol, termasuk Ngada yang dilaporkan sebagai satu orang yang meninggal. Yang dilaporkan masih hidup, jadi tidak ada yang meninggal,” kata Donny dalam jumpa pers virtual terpantau di Jakarta, Jumat. (9/4).

    Meski terjadi penurunan jumlah kematian, namun juga terjadi tambahan kematian di beberapa wilayah seperti Kecamatan Lembata, Kabupaten Alor, dan Kabupaten Kupang. Dijelaskan Doni, di Kabupaten Lembata saat ini sudah ditemukan tiga jenazah, sehingga ada 46 orang, dan masih hilang 22 orang.

    Di Kabupaten Alor semula tercatat 27 orang meninggal, pada Kamis (8/4) hari ini ditemukan satu orang sehingga 28 orang dipastikan meninggal dunia, dan 13 orang hilang. “Kemudian Kabupaten Kupang menemukan jenazah perempuan hari ini, sehingga meninggal empat orang,” kata Doni.

    Apalagi jumlah korban yang meninggal masih sama. Di Kabupaten Flores Timur, 71 orang meninggal dunia dan 5 orang lainnya masih hilang. Kemudian di Kabupaten Malaka masih enam orang meninggal, di Kota Kupang enam orang meninggal, di Kabupaten Sikka satu orang meninggal, dan satu orang di Kabupaten Ende.

    Sedangkan untuk Sabu Raijua, semula meninggal dua orang tapi tambahan lima orang hilang, katanya.

    Dengan demikian, jumlah korban tidak ditambah yaitu 165 orang meninggal dunia dan 45 orang dinyatakan hilang. Doni mengatakan, unit anjing pelacak yang terdiri dari anjing Search and Rescue (SAR) dan K9 gabungan dari BNPB dan Polri sudah berada di lapangan selama dua hari terakhir.

    Jajaran TNI dan Polri bersama Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas), khususnya relawan dari berbagai organisasi telah melakukan berbagai upaya untuk membantu warga masyarakat, termasuk evakuasi korban yang meninggal.

    sumber: Antara




    Source