Dorong Konsumsi Masyarakat, Sri Mulyani Beri Subsidi Ongkos Kirim

Kementerian Keuangan menyiapkan subsidi ongkos kirim untuk Harbolnas sebesar Rp. 500 miliar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim sebesar Rp 500 miliar untuk memperingati Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang akan digelar selama Ramadhan. Harbolnas akan berlangsung pada H-10 dan H-5 Lebaran 2021.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan stimulus ini dapat meningkatkan konsumsi masyarakat. Ini ditambah dengan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil dan rumah.

“Proud Program Made in Indonesia dan Proud Tourism of Indonesia yang dicanangkan pemerintah juga akan mendorong konsumsi masyarakat, sehingga kami yakin akan mendorong sisi konsumsi agar permintaan mulai muncul,” ujarnya saat Workshop Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional. – Rapat Pemangku Kepentingan sebagaimana dikutip Senin (12/4). ).

Menurutnya, semua stimulus pemerintah dirancang dengan sangat hati-hati dan teliti. Meski ingin mendongkrak perekonomian, pemerintah tidak ingin kasus Covid-19 meningkat lagi.

“Ini selalu mencari titik tengah,” ucapnya.

Untuk menggenjot konsumsi, Sri Mulyani mengatakan pemerintah juga telah meminta pengusaha memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai THR yang perlu dicairkan karena pemerintah telah memberikan insentif kepada pihak swasta.

Sementara itu, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menambahkan, pihaknya sudah memperhitungkan omzet dana di pasar bisa mencapai Rp 215 triliun jika THR dicairkan.

“Sudah saatnya swasta memberikan THR,” ujarnya.

Saat ini, menurut Airlangga, kebijakan insentif pemerintah sudah membuahkan hasil. Penjualan mobil naik 143 persen di bulan Maret berkat kebijakan PPnBM nol persen.

“PPN properti yang ditanggung pemerintah juga berdampak pada peningkatan penjualan di Maret, terutama untuk rumah masyarakat berpenghasilan rendah,” ujarnya.

Pemerintah juga memberikan stimulus bagi pengusaha hotel, kafe, dan restoran dengan memberikan penjaminan kredit bagi pelaku usaha dengan nilai penjaminan Rp. 5 milyar sampai dengan Rp. 1 triliun. Masa tenggang kredit selama tiga tahun.

“Pemberian insentif KUR untuk kafe dan restoran dengan subsidi bunga tiga persen juga diperpanjang hingga 2021. Pemerintah sedang menyiapkan subsidi bunga sebesar Rp 8,15 triliun,” ujarnya.




Source