Dosis Vaksinasi Pertama di Surabaya Capai 110 Persen

    REPUBLIKA.CO.ID,SURABAYA — Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita mengaku pihaknya terus mendorong program vaksinasi Covid-19 agar seluruh warga Kota Pahlawan bisa disuntik vaksin. Hingga saat ini, kata dia, dosis pertama vaksinasi Covid-19 di Surabaya sudah mencapai 110 persen dari target yang ditetapkan. Padahal untuk dosis pertama hanya mencakup 75 persen dari target yang ditetapkan.

    “Untuk lansia sekitar 90 persen. Targetnya 100 persen penduduk Surabaya,” kata Febria di Surabaya, Senin (11/10).

    Febria mengatakan, tingginya cakupan vaksinasi Covid-19 di Surabaya memiliki peran penting dalam upaya pengendalian Covid-19 di Kota Pahlawan. Diakuinya, kasus Covid-19 di Surabaya semakin hari semakin landai. Bahkan, kata dia, sebanyak 154 kelurahan dari 31 kelurahan di Kota Surabaya saat ini berstatus zona hijau Covid-19.

    Febria menjelaskan, penilaian tingkat berdasarkan indikator PPKM Darurat berbasis wilayah dilakukan dengan skema penghitungan jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi aktif per penduduk dikalikan 100 ribu. Targetnya kurang dari 20 kasus aktif kumulatif per 100.000 penduduk (Level 1). Artinya setiap 5 ribu penduduk diharapkan tidak lebih dari 1 kasus aktif.

    “Rata-rata kasus di wilayah kelurahan minimal di bawah 5 kasus, atau masuk kategori zona hijau dan level 1,” katanya.

    Febria menyatakan, pihaknya akan konsisten melakukan beberapa langkah komprehensif dalam upaya pengendalian Covid-19. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mempertahankan atau bahkan menurunkan tingkat berdasarkan penilaian indikator PPKM Darurat berbasis wilayah.

    Langkah komprehensif yang dimaksud adalah konsisten melaksanakan kegiatan 3T (testing, tracing dan treatment) berbasis wilayah meskipun penularannya sudah rendah. Kemudian, melakukan pengujian agresif dan terintegrasi dengan target prioritas seperti tersangka atau probabilitas, kontak dekat, dan pelancong dari luar daerah.

    Selain itu, kata Febria, pihaknya juga konsisten melakukan tracing masif dalam waktu kurang dari 48 jam dengan tracing ratio minimal 1:15. Juga, memastikan bahwa semua target tracing harus swab. b “Kami juga melakukan evakuasi cepat untuk kasus baru yang terkonfirmasi positif ke tempat isolasi dan karantina terpusat berdasarkan wilayah kurang dari 24 jam setelah hasil pemeriksaan keluar,” ujarnya.

    https://repjogja.republika.co.id/berita/r0snkz327/vaksinasi-dosis-pertama-di-surabaya-capai-110-persen