DPMPTSP Minta PT AMNT Taat Hukum

Sumbawa Besar, Gaung NTB – Dengan berbagai potensi sumberdaya alam yang dimiliki daerah ini, maka Pemda Sumbawa menyatakan ”Welcome” kepada Investor ataupun Pengusaha dalam menanamkan investasinya diberbagai bidang usaha dan jasa, tentu harus memenuhi persyaratan dan ketentuan yang ada dengan mentaati aturan hukum dan regulasi aturan perundang-undangan yang berlaku, karena itu Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumbawa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada para investor ataupun pengusaha yang benar-benar serius untuk berinvestasi, sebab kehadiran mereka tentu diharapkan kedepan akan dapat menunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah.

Namun, berkaitan dengan investasi yang masuk, maka DPMPTSP Sumbawa selain memberikan pelayanan terbaik dalam memfasilitasi persoalan perizinan, juga pengawasan terhadap geliat investasi usaha yang dilakukan Investor/Pengusaha itu dilakukan, termasuk menyangkut soal keberadaan pembangunan sejumlah infrastruktur sarana dan prasarana pembangunan basecamp dan bangunan lainnya dkawasan pertambangan Blok Elang Dodo Rinti Sumbawa yang dikelola PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT).

Sejauh ini diketahui belum melengkapi dan mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunannya, sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas PMPTSP Sumbawa Tarunawan, bahwa langkah yang diambil terkait sikap AMNT soal izin IMB pembangunan Basecamp dan bangunan lainnya dikawasan pertambangan Elang Dodo Rinti dimaksud, maka DPMPTSP telah melayangkan surat pertama meminta perusahaan itu agar tidak melaksanakan aktivitasnya sebelum mengantongi IMB, dimana hal itu telah mendapat respon dengan mengutus staf perusahaan untuk mengambil blangko persayaratan dalam mengurus perijinannya,akan tetapi sudah sebulan ini blangkonya belum dikembalikan.

“Karena itu, DPMPTSP Sumbawa akan kembali melayangkan surat, guna mempertanyakan komitmen mereka, dimana upaya ini dilakukan bukan menghambat investasi, tetapi semata-mata agar setiap investor yang berinvestasi patuh dan taat terhadap aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku, dan kami sangat welcome terhadap investasi, sebab yang namanya investasi itu merupakan salah satu faktor pertumbuhan ekonomi dan geliatnya pembangunan di daerah,” tukas Tarunawan.

Menurut Tarunawan, IMB itu wajib dimiliki oleh setiap orang atau perusahaan yang mendirikan bangunan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Sumbawa No. 9 Tahun 2018 tentang Bangunan Gedung, khususnya seperti tercantum dalam pasal 13 Perda dimaksud menjelaskan bahwa setiap orang atau badan hukum wajib memiliki IMB dengan mengajukan permohonan kepada Bupati untuk melakukan kegiatan, baik itu menyangkut soal pembangunan gedung dan/atau prasarana bangunan gedung, rehabilitasi/renovasi bangunan gedung dan/atau prasarana bangunan gedung meliputi perbaikan/perawatan perubahan perluasan/pengurangan, dan pemugaran/pelestarian dengan berpedoman pada KRK/advis planning untuk lokasi tertentu, paparnya.

“Jika pembangunan basecamp dan bangunan lainnya milik PT AMNT dikawasan pertambangan Blok Elanng Dodo Rinti Sumbawa itu tanpa IMB, maka jelas itu namanya pelanggaran, sehingga jika ada pelanggaran tentu ada tindakan yang akan diambil oleh Pemerintah, karena itu kami meminta kepada PT AMNT agar taat hukum,” pungkas Tarunawan.(Gad)