DPR RI – Republika.co.id

    REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan komitmen DPR untuk terus berbenah diri dalam rangka memperingati HUT ke-76 DPR RI yang jatuh hari ini, Minggu (29/8). .

    Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI ini memastikan lembaga perwakilan rakyat yang dipimpinnya tidak akan berhenti melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan kerja legislasi, pengawasan, dan penganggaran, sebagaimana diamanatkan konstitusi.

    “Tidak ada yang lebih penting bagi DPR selain aspirasi rakyat. Di HUT ke-76 ini DPR akan terus berbenah diri dan terus belajar mendengarkan, memahami, dan menyalurkan aspirasi rakyat,” kata Puan di Jakarta, Minggu, dalam siaran persnya.

    Puan menyadari masih terdapat berbagai kekurangan dari DPR dalam fungsinya sebagai penyalur aspirasi rakyat. Oleh karena itu, segala masukan dan kritik dari masyarakat akan menjadi pemicu bagi DPR untuk bekerja lebih baik lagi.

    “DPR dipilih langsung oleh rakyat, jadi masukan dan kritikan dari rakyat menjadi ‘vitamin’ bagi kita untuk terus belajar menjadi corong yang lebih baik bagi rakyat,” kata cucu Bung Karno itu.

    Lebih lanjut, Puan mengingatkan seluruh perwakilan masyarakat untuk mengabdikan diri untuk kepentingan masyarakat, terutama di era pandemi Covid-19 saat ini. Ia menegaskan, perlu kerja keras anggota DPR agar beban rakyat diringankan di masa sulit ini.

    “Kami akan memantau setiap kebijakan pemerintah terkait penanganan pandemi Covid-19 agar semata-mata ditujukan untuk menyelamatkan masyarakat dari bencana kesehatan ini, tidak ada yang lain,” jelas Puan.

    Puan juga mengajak seluruh anggota DPR RI untuk menjadikan Dies Natalis DPR ke-76 ini sebagai momentum untuk bahu membahu dan berbagi di tengah pandemi.

    “Peringati HUT DPR ke-76 dengan gotong royong bersama masyarakat yang tertimpa musibah. Buka dapur umum, distribusikan sembako, obat-obatan, vitamin dan apa saja yang bisa meringankan beban masyarakat di masa pandemi ini,” kata Puan yang telah menjalankan program dapur umum dan mendistribusikan sembako di sejumlah daerah.

    Sejarah mencatat bahwa peran parlemen di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak pemerintahan kolonial Hindia Belanda. Pada masa penjajahan Belanda, fungsi legislasi di Indonesia dilaksanakan oleh Dewan Rakyat yang disebut Volksraad. Beberapa tokoh nasionalis moderat bahkan menggunakan jalur parlementer melalui Dewan Rakyat untuk mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia.

    Kemudian pada zaman penjajahan Jepang, fungsi DPR diberikan kepada sebuah lembaga bernama Tjuo Sangi-in yang pada awalnya dibentuk untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Namun lembaga ini tidak berjalan maksimal dan hanya mengutamakan kepentingan panglima tertinggi pada masa pendudukan Jepang yaitu Saiko Shikikan mengenai upaya memenangkan perang Asia Timur Raya. Pada akhirnya, Tjuo Sangi-in dianggap bukan badan perwakilan, apalagi parlemen yang mewakili bangsa Indonesia.

    Hingga akhirnya Indonesia merdeka, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno membentuk Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) 12 hari setelah proklamasi kemerdekaan. KNIP yang merupakan cikal bakal DPR didirikan pada tanggal 29 Agustus 1945. Tanggal pelantikan KNIP kemudian dijadikan sebagai tanggal dan hari kelahiran DPR RI.

    Pada awal pembentukannya, KNIP beranggotakan 137 orang yang dipimpin oleh Kasman Singodimedjo sebagai ketua. Duduk sebagai wakil ketua KNIP saat itu adalah Sutardjo Kartohadikusumo, J Latuharhary, dan Adam Malik.

    Saat ini DPR RI periode 2019-2024 memiliki lima pimpinan yaitu Ketua DPR Puan Maharani, dan empat Wakil Ketua yakni Azis Syamsuddin, Sufmi Dasco Ahmad, Rachmat Gobel dan Muhaimin Iskandar.



    https://www.republika.co.id/berita/qyloe8423/puan-dpr-76-tahun-terus-mendengar-aspirasi-rakyat